unsur seluler dan plasma darah [ erythrocyte (RBC/SDM), leucocyte (WBC/SDP), trombocyte (platelets)] serta fungsinya pada ternak

Darah berperanan penting dalam sistem sirkulasi. Sistem sirkulasi merupakan sistem transport yang mensuplai zat-zat yang diabsorpsi dari saluran pencernaan dan oksigen ke jaringan, mengembalikan karbondioksida ke paru-paru dan produk metabolisme lainnya ke ginjal, berfungsi dalam pengaturan temperature tubuh dan mendistribusikan hormon-hormon dan zat-zat lain yang mengatur fungsi sel.


Darah terdiri atas unsur seluler dan plasma. Unsur seluler terdiri atas: erythrocyte (RBC/SDM), leucocyte (WBC/SDP), trombocyte (platelets) dan kadang-kadang ada sel-sel campuran dari sistem reticuloendotelia. Plasma merupakan fraksi ekstraseluler terdiri atas: air, protein, elektrolit, glukosa, enzim-enzim dan hormon.Pada orang dewasa, erythrocyte, leucocyte dan trombosit dibentuk dalam sumsum tulang. Pada fetus, sel-sel darah juga dibentuk di dalam hati dan limpa.
Erythrocytes (RBC)
Erytrocytes atau sel daram merah (SDM) membawa hemoglobin dalam sirkulasi. Sel darah merah berbentuk piring (disc) yang biconcave (Gambar lihat di buku referensi) yang dibentuk dalam sumsum tulang, berdiameter 4-8 µm. Pada mamalia sel darah merah tidak bernukleus, kecuali pada awal pembentukan dan pada hewan-hewan tertentu. Sel darah merah pada unggas bernukleus dan berbentuk elips. Sel darah merah terdiri dari air (65%), Hb (33%) dan sisanya terdiri dari sel merah stroma, lemak, mineral, vitamin, bahan organik lainnya dan ion K (merupakan ion intraseluler yang dominan)
Fungsi Darah
Darah merupakan cairan tubuh yang bersirkulasi dan hampir semua organ menerima suplai darah. Fungsi darah antara lain sbb:
1. Berperanan dalam respirasi (transport oksigen dan karbondioksida)
2. Transport bahan makanan, terutama absorbed food
3. Eksresi (kidney, lungs, skin dan intestine)
4. Pengaturan suhu tubuh (melalui oksidasi C,H,O dan Lemak)
5. Menjaga keseimbangan asam-basa (buffering capacity)
6. Regulasi keseimbangan air
7. Pertahanan tubuh
8. Transport hormon
9. Penggumpalan darah (aksi thrombocytes)
10. Transport bahan-bahan metabolit (supply of chemical)
Volume Darah
Volume darah bervariasi tergantung pada umur, ukuran fisik, aktivitas fisik, kesehatan, makanan, status reproduksi (laktasi, bunting) dan faktor-faktor lingkungan. Pengaturan volume darah secara kontinyu diatur oleh:
1. Water intake dan water loss
2. Konsentrasi ion Na
3. Keseimbangan antara volume plasma dan cairan dalam ruang jaringan
4. Perubahan dari masa sel merah yang disebabkan oleh aksi hormon erythropotin dalam sumsum tulang
Volume darah dari beberapa hewan dan persentase terhadap berat badan
Species Volume darah normal (ml/lb) % BB
Pedet (muda) 46-50 10-11
Pedet (> 1 tahun) 28-30 6-7
Sapi Dewasa 28-30 6-7
Domba, kambing 28-30 6-7
Babi 25 5-6
Anjing 35-40 8-9
Kuda 45-50 10-11
Kucing 28-30 6-7
Sifat Darah
1. BD berkisar 1,046-1,052
2. Tekanan osmotik: 28 mmHg
3. Viskositas 1,7 pada suhu 37ºC
4. pH 7-7,8
Haemoglobin (Hb)
Hemoglobin (Hb) terbentuk melalui beberapa tahapan, yaitu:
(1)Asam asetat berikatan dengan glycine membentuk porphyrin
(2) Porphyrin berikatan dengan zat besi (iron) membentuk haeme
(3) 4 molekul haeme berikatan dengan 1 molekul globin membentuk haemoglobin.
Fungsi utama RBC yaitu membawa oksigen ke jaringan dan mengambil karbondioksida. Secara efisien oksigen diangkut di dalam haemoglobin-iron komplek. Hb merupakan rantai komplek protein globin, dengan 4 pigmen atau haem radikal. Berat molekul Hb bervariasi diantara spesies, berkisar antara 66000-69000. Hb berikatan dengan oksigen membentuk oxyhaemoglobulin. Pada keadaan jenuh 1 gram Hb membawa 1,34 mol oksigen.
Produksi RBC
Pada fetus erythropoiesis terjadi secara aktif di dalam hati, limpa, nodus lympaticus dan kelenjar thymus, sedangkan pada hewan dewasa terjadi pada sumsum tulang (bone marrow). RBC pada tiap species mamalia mempunyai karakteristik, kemampuan bertahan berkisar 25 hari pada tikus dan 140-150 hari pada kuda (silahkan lihat di buku refensi untuk melengkapi informasi ini).
Abnormalitas RBC
Abnormalitas RBC yang sering dijumpai adalah anemia. Anemia adalah penurunan Hb atau jumlah RBC per unit volume darah dibawah normal. Anemia ini disebabkan oleh hilangnya darah, kurangnya erythropoiesis dan rusaknya RBC. Anemia menyebabkan kurangnya oksigen di dalam jaringan sehingga dapat menyebabkan naiknya denyut jantung, frekuensi pernafasan dan darah yang dipompakan. Secara umum penyebab terjadinya anemia pada ternak adalah:
1. Penghisapan darah oleh parasit
2. Penyakit infeksi
3. Keracunan
4. Defisiensi makanan
Abnormalitas RBC lainnya adalah Erythrocytosis atau Polycythaemia, yaitu kenaikan RBC atau level Hb diatas normal. Secara relatif ini dihasilan dari turunnya volume plasma darah, yang pada umumnya disebabkan karena dehidrasi.
Leucocytes (WBC)
Ukuran WBC sedikit lebih besar dibandingkan RBC. WBC tidak berwarna (transparan). Secara umum ditemukan di dalam darah dan diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Granulocytes (granular appearance) : neutrophil, eosinophil, basophil
2. Agranulocytes : lymphocytes, monocytes
Pada adanya infeksi karena bekteri, leucocytes khususnya neutrophil jumlahnya meningkat dengan cepat( leucocytosis). Pada penyakit karena virus, jumlah leucocytes khususnya neutrophils berkurang dengan cepat (leucopenia). Pada tumor (neoplasm) yang menyangkut sistem lympaticus, junlah lyphocytaes dalam aliran daranh memperlihatkan kenaikan, dan akan mengubah rasio antara RBC : WBC. Secara normal perbandingan RBC dan WBC pada berbagai jenis ternak adalah sbb:
Kambing 1300:1
Domba 1200:1
Kuda 1000:1
Sapi 800:1
Manusia 700:1
Anjing (Kucing) 600:1
Babi 400:1
Ayam 100:1