Bangsa Sapi Perah Baru, Silangan Sapi Bos Taurus dan Bos Indicus

Timbulnya pemikiran menyilangkan sapi dari Bos Taurus (sapi Eropa) dengan Bos Indicus (sapi berponok) adalah untuk menciptakan bangsa sapi perah baru di Australia dan New Zealand, membentuk sapi yang produksi susunya tinggi dan tahan terhadap kondisi padang rumput (tahan panas) dan tahan terhadap caplak. Untuk mewujudkan keinginan tersebut timbul pemikiran menggabungkan daya tahan adaptasi panas dan resistensi terhadap parasit yang dimiliki sapi dari Bos Indicus dengan kemampuan berproduksi susu yang tinggi yang dimiliki oleh Bos Taurus. Dengan demikian terjadilah persilangan antara sapi Bos Taurus dengan Bos Indicus. Berikut ini ada beberapa breed baru sapi perah yang telah diciptakan/direkayasa di Australia antara lain:

AUSTRALIAN ILLAWARA SHORTHORN (AIS)
Sapi ini dikembangkan di distrik Illawara, New South Wales dan banyak berkembang di daerah Queensland dan Australia Barat. AIS berasal dari campuran 3 darah Bos Taurus yaitu Milking Shorthorn, Devon dan Ayrshire. Pada tahun 1977 produksi susu dapat mencapai 3.400 liter per laktasi dengan kadar lemak 4,0 %.  Sapi ini mempunyai warna merah mulus, tetapi ada juga yang pada tubuhnya terdapat bintik-bintik atau bercak-bercak putih pada dada dan flank. Pedet yang dilahirkan bobot badannya sekitar 33 kg, sedangkan induknya mencapai 800 kg. Sapi ini termasuk tipe sapi dwiguna.


AUSTRALIAN  MILKING  ZEBU (AMZ)
AMZ merupakan hasil silangan antara sapi Jersey betina dari Bos Taurus dengan sapi jantan Red Sindhi atau Sahiwal dari Bos Indicus, namun keturunan dari sapi Jersey dengan Red Sindhi banyak disingkirkan. Dari persilangan ini diambil keturunan ketiga dan dikembangkan merupakan sapi AMZ. Seleksi pada ternak hasil silangan tersebut terutama berdasarkan tes ketahanan terhadap stres yang ditimbulkan oleh iklim panas. Sapi AMZ mempunyai warna bulu coklat kekuningan sampai kemerahan. Bobot badan pedet yang baru dilahirkan antara 20 – 30 kg, sedangkan sapi betina dewasa antara 320 – 400 kg, dan jantan dewasa berkisar antara 500 – 550 kg. Di Queensland produksi susu mencapai 4.159 liter per laktasi, di tempat yang sama sapi FH hanya memproduksi susu 3.852 liter per laktasi. Sapi ini di New South Wales yang udaranya sejuk produksi susunya 1.425 liter per laktasi (1977), dengan kadar lemak susunya 4,9 %. Sapi ini sudah diimpor ke Malaysia, Fiji, Philipina dan Trinidat.

AUTRALIAN  FRISIAN  SAHIWAL (AFS)
Pada tahun 1952 pejantan Sahiwal yang diimpor dari Pakistan oleh CSIRO disilangkan dengan betina Jersey menghasilkan AMZ. Oleh Department of Primary Industries disilangkan dengan betina Sahiwal. Warna sapi ini tidak menentu tetapi warna umumnya hitam, coklat dan merah, bulunya halus mengkilat. Bobot lahir sekitar 28 kg, sapi induk berat badannya mencapai 580 kg, dan pejantan dapat mencapai 650 kg. Bentuk tubuhnya mirip dengan sapi perah, tetapi mempunyai bincut (ponok) kecil, telinga besar dan kakinya lebih kuat daripada sapi FH. Produksi susunya di Queensland 2.376 – 4.159 liter per laktasi, ini berarti masih dibawah produksi susu sapi FH sampai diatas AMZ. Sapi ini termasuk sapi dwiguna dan merupakan sapi yang tahan terhadap caplak.