Sapi Friesian Holstein (FH): Sapi Perah Paling Unggul dari Belanda

Bangsa Sapi Holstein berasal dari Propinsi Friesland (Belanda atau Holland). Di Belanda sapi tersebut disebut Holstein Friesian, di Amerika disebut Holstein. Di Indonesia sapi tersebut disebut Fries Holland atau Friesian Holstein (FH). Nenek moyang sapi Holstein adalah sapi hitam dan sapi putih, yaitu sapi Batavia dan sapi Friesian. Perkembangan sapi Holstein tersebut diawali oleh dua orang imigran Eropa yang tinggal di daerah Deltha Rhine yang subur kira-kira 2000 tahun yang lalu. Daerah Rhine kemudian menjadi negara Belanda, dan sapi Holstein dikembangkan untuk mengatasi kelebihan rumput. Selain itu juga diadakan pengafkiran yang ketat dan selanjutnya dimulai pengembangan genetik.

Perkembangan Sapi Friesian Holstein

Bangsa sapi holstein adalah bangsa yang tertua. Di dalam masa Romawi (Caesar) kurang lebih 2000 tahun yang lalu, sapi Holstein sudah terdapat di Belanda (Netherland). Sejak jaman itu sampai sekarang, Belanda merupakan negeri ternak sapi perah yang termashur. Sapi Holstein ini tidak hanya berkembang di negara asalnya yaitu di Propinsi Friesland, tetapi juga tersebar ke seluruh pelosok dunia. Sapi Holstein tersebar ke seluruh muka bumi karena dapat menyesuaikan dirinya dengan iklim dan pakan, baik di daerah subtropis maupun di daerah tropis. Sampai saat ini sapi Holstein merupakan sapi perah yang paling populer, karena kemampuan produksi sapi ini tidak diragukan lagi oleh dunia.


Bentuk / bangun. Sapi Holstein termasuk bangsa sapi yang besar (large breed), dengan kesanggupan makan dan ambingnya juga besar. Kepala panjang, sempit dan lurus. Paha lurus dan bahu ramping yang dikehendaki.

Sifat. Sapi Holstein betina biasanya tenang dan jinak, tetapi yang jantan (bull) umumnya ganas.

Warna. Warna standar sapi Holstein adalah belang hitam putih (black and white) yang berbatas dengan tegas. Imbangan warna putih dan hitam jumlahnya tidak mengikat. Bulu kipas ekor, perut dan kaki dari lutut dan tumit kebawah serta dahi berwarna putih (ada kalanya berbentuk segitiga). Sapi Holstein ada kalanya juga ada yang berwarna merah dan putih, tetapi warna ini belum tentu diwariskan kepada anaknya. Warna yang tidak dikehendaki (cacat warna) adalah warna keseluruhan putih atau keseluruhan hitam, warna hitam pada kaki di bawah lutut, tumit dan bulu kipas ekor.

Ukuran badan. Standar berat sapi Holstein betina dewasa 1.250 pound (567 kg), dan berat pejantan (bull) tidak kurang dari 1.800 pound (816 kg). Kebanyakan berat sapi betina dewasa sekitar 1.300 – 1.600 pound (589 – 725 kg) dan yang jantan beratnya diatas satu ton. Sapi Holstein adalah sapi perah yang tergolong paling berat dibanding bangsa sapi lainnya.

Produksi Susu. Menurut Dairy Herd Improvement Association (DHIA) diperoleh data tahun 1976-1977 sebanyak 1,1 juta ekor rata-rata produksi susu selama satu tahun 14.293 pound (6.489 kg) dan produksi lemak 525 pound (238 kg) atau 3,7 persen. Rekor produksi susu bernama Beecher Arlinda Ellen milik Herold Beecher family, Rochester, Indiana, yang produksi susu 365 hari dengan pemerahan dua kali sehari menghasilkan susu 55.662 pound (27.830 kg) dan lemak 1.572 pound (713 kg) atau 2,8 persen. Apabila dihitung produksi susu setiap harinya rata-rata 74 liter/ekor/hari dengan produksi susu bulan pertama dan kedua setelah melahirkan rata-rata 90,8 liter/ekor/hari

Pedet. Pedet sapi Holstein besar dan tegap, berat lahir rata-rata 92 pound (42 kg).

Perkawinan. Sapi muda (dara) Holstein umur 15 bulan apabila beratnya 800 – 850 pound (362 – 385 kg) ada tanda minta kawin, maka sudah dapat dikawinkan, dan diharapkan beranak pertama umur 24 bulan.