Mengenal Kambing Perah Damaskus, Beetal dan Barbari si Penghasil Susu

Mengenal Kambing Perah Damaskus, Beetal dan Barbari si Penghasil Susu.

Kambing Damaskus

Diantara beberapa bangsa kambing perah di Timur Tengah yang paling penting adalah kambing Damaskus dan sudah merupakan kambing yang banyak dipelihara di Libanon, Syria, dan Cyprus. Kambing tersebut baik yang jantan maupun yang betina tidak bertanduk, warna pada umumnya merah atau merah dan putih, profil mukanya konveks, daun telinga panjang dan menggantung.

Tinggi gumba 70 – 75 cm dan berat badan antara 40 – 60 kg. Produksi susu antara 3-4 liter per hari dan dapat mencapai 6 liter, dengan jumlah produksi 300 – 600 liter dalam 8 bulan. Kambing Damaskus lebih subur dibandingkan dengan Saanen, dimana tiap kelahiran dapat menghasilkan rata-rata 1,76 cempe.

Kambing Beetal

Beetal adalah kambing yang juga penting di India dan Pakistan. Kambing ini ditemui di beberapa district di Punyab India, Rawalpindi, dan Lahore di Pakistan Barat. Sepintas kambing ini seperti Jamnapari, antara lain profil mukanya "Roman nose", telinga panjang tetapi jauh lebih kecil dibandingkan dengan telinga kambing Ettawa. Tampaknya memang seperti ada darah Ettawanya.

Kambing ini biasanya berwarna merah coklat dengan bercak / belang-belang putih. Tinggi gumba kambing jantan dan betina adalah 89 dan 84 cm. Kambing betina dewasa dapat mencapai berat hidup 45 kg. Rata-rata selama laktasi kambing ini dapat menghasilkan susu sebanyak 195 kg dalam waktu 224 hari, beranak rata-rata setahun sekali dan pada umumnya anaknya tunggal atau twin (kembar dua).

Kambing Barbari

Kambing Barbari fisiknya lebih kecil dibandingkan dengan Ettawa dan Beetal. Diketemukan di India bagian Utara dan Pakistan Barat. Kambing ini mempunyai bulu-bulu yang pendek, umumnya berwarna putih dengan bercak-bercak coklat. Tinggi gumba kambing jantan antara 66 – 76 cm, dan yang betina 60 – 71 cm. Kambing betina dewasa berat hidupnya antara 27 – 36 kg. Kambing ini biasanya digunakan untuk produksi susu dan pada umumnya ambingnya berkembang dengan baik. Pernah tercatat produksi susunya selama dalam periode laktasi 235 hari dapat mencapai 144 kg.


Di India bangsa kambing Barbari telah dikembangkan karena produksi susunya, dan karena tubuhnya relatif kecil, sedangkan produk-sinya cukup banyak menyebabkan ternak ini dipandang sebagai produsen susu yang ekonomis.