Cara Mengawetkan Kulit Dengan Metode Pengasaman (Pickle)

Tujuan pengawetan kulit ialah agar struktur maupun komponen atau sifat-sifat kimia penyusun kulit tetap utuh kecuali kadar air. Pengawetan kulit mentah pada ummumnya diarahkan terhadap penghambatan atau menghentikan pengaruh mikrobia.

Proses pengawetan kulit dengan pengasaman terdiri dari beberapa tahap yaitu:
  • Perendaman (soaking). Maksud dan tujuan perendaman adalah untuk mengembalikan kadar air pada kulit kembali seperti pada waktu baru dilepas dari tubuh hewannnya ( 65%) sehingga kulit menjadi basah, lemas, dan lunak. Selain itu perendaman juga dimaksudkan untuk menghilangkan darah dan kotoran yang menempel pada kulit serta membersihkan obat-obatan yang dipergunakan pada saat pengawetan kulit mentah dan mempersiapkan kulit menghadapi proses selanjutnya.
  • Pengapuran (liming). Pengapuran bertujuan untuk membengkakkan kulit, menghilangkan bulu atau rambut dan epidermis, menghilangkan minyak atau lemak natural, sebagian protein yang tidak berguna ssehingga struktur kulit menjadi lebih longgar dan lemas
  • Buang daging (fleshing). Buang daging mempunayi tujuan untuk menghilangkan sisa-sissa daging yang melekat pada kulit, karena sisa-sissa daging tersebut dapat menghalangi masuknya zat penyamak pada kulit.
  • Deliming. Deliming atau yang biasa disebut proses buang kapur bertujuan ntuk menghilangkan kapur yang terikat maupun yang tidak terikat, bagian daging, dan serat-serat kulit serta mempersiapkan kulit untuk proses selanjutnya.
  • Bating. Bating merupakan proses yang bertujuan menyempurnakan buang kapur, menghilangkan sisa-sisa akar bulu dan pigmen, menghilangkan lemak yang belum tersabun dan menghilangkan zat-zat kulit yang tidak diperlukan serta menghilangkan sisa-sisa kapur yang masih tertinggal . dalam agensia bating terkandung (NH4)2 SO4, enzim-enzim (protease, lipase) dan serbuk kayu yang halus. Enzim merupakan komponen yang paling dominan dan yang paling menentukan dalam proses bating.
  • Degreasing. Proses degreasing bertujuan untuk menghilangkan seluruh lemak alami pada jaringan lemak yang masih terdapat pada kulit baik pada bagian daging maupun bagian yang dirajah.
  • Pengasaman (pickling). pickling bertujuan untuk mengasamkan atau menjenuhkan kulit dalam suasana asam dan kulit tidak bengkak serta menghambat terjadinya kenaikan basisitas khrom pada saat proses penyamakan berlangsung. Tanda-tanda proses pengasaman sudah cukup yaitu pH cairan antara 3 sampai 3,5 dan berwarna kuning jika ditetesi dengan indikator BCG.

Cara Pengawetan Kulit dengan Pengasaman

Kulit ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui berat awal lalu dicuci. Setelah itu dilakukan proses buang daging (fleshing) dengan menggunakan pisau sampai kulit bersih dari sisa daging yang masih menempel. Kulit direndam dengan air 300% yang telah dicampur dengan wetting agent (teepol) 1%, dan soda abu 0,5% (dari berat kulit) selama 30 menit. Kulit diangkat dan ditiriskan sserta dicuci sampai bersih. Kemudian dilakukan proses pengapuran (liming) dengan air 200% ditambah dengan Na2S 3% dan kapur sebanyak 6% (dari berat kulit) , kulit tersebut diremas-remas dan didiamkan sekama 24 jam. Proses selanjutnya yaitu buang kapur (deliming) yang dilakukan dengan memasukkan kulit dalam air 200% yang telah ditambah FA 0,5% serta ZA 1% (dari berat kulit) dan diremas-remas selama 30 menit. Di cek pH kulit, setelah pH kulit mencapai 7 sampai 8 dilakukan proses bating dengan menambahkan bating agent yang dalam hal ini adalah orophon sebanyak 1% (dari berat kulit) dan diremas-remas selama 45 menit. Langkah selanjutnya adalah degreasing yang dilakukan dengan menambah teepol sebanyak 1% (dari berat kulit) dan diremas-remas selama 30 menit. Kemudian kulit dicuci bersih, lalu dilakukan proses pickling dengan memasukkan kulit pada air 100% ditambah dengan garam 10%, FA 0,5% dan asam sulfat 1,5% (dari berat kulit). Kulit tersebut diremas-remas selama  60 menit, di cek pH kulit, bila pH kulit mencapai 2,5 sampai 3 maka proses pengasaman  telah selesai.