Cara Mengawetkan Kulit Dengan Pengeringan Sinar Matahari

Kulit yang baru dilepas dari tubuh hewan selambatnya 8 jam harus sudah mendapatkan perlakuan pengawetan maupun penyamakan untuk menjaga agar kualitas kulit tidak turun. tujuan pengawetan kulit adalah untuk menjaga kualitas kulit dengan tidak memberi kesempatan pada bakteri pembusuk untuk berkembang biak sehingga mengakibatkan rusaknya struktur kulit dan bertujuan agar kulit mentah dapat disimpan pada waktu yang lama menjelang proses pengolahan lebih lanjut baik untuk tujuan disamak maupun tujuan lainnya.

Untuk mencegah tumbuh dan berkembangbiaknya bakteri perusak, ada berbagai macam cara antara lain: mengurangi kadar air kulit dibawah standar kebutuhan hidup minimal untuk kelangsungan bakteri pembusuk sehingga bakteri tidak dapat melakukan aktivitas hidupnya. Menurut Aten et al pada dasarnya pengawetan kulit terdiri dari tiga macam antara lain dipanaskan dibawah sinar matahari, digaram,  diasam (pickle).

Kulit yang telah dibersihkan direntangkan pada sebuah kerangka, di paku pada sekeliling kulit dan dibuat bentuk yang simetris. Kemudian kulit dikeringkan dan diusahakan pada saat matahari terik kulit tidak dipanaskan secara langsung untuk mengurangi kerusakan kulit yang diakibatkan oleh sinar matahari.


Pengeringan kulit diudara dibagi menjadi beberapa cara antara lain: pengeringan diatas tanah, pengeringan dipentang, pengeringan diatas tali (kawat) dan pengeringan berbentuk payung/ tenda. Bila kulit direntangkan diatas tanah, permukaan bagian daging dibiarkan kena sinar matahari hingga menjadi panas, sedang uap tidak dapat keluar dari permukaan bulu dapat mengakibatkan cacat-cacat yang disebut: blister, yaitu pembusukan diantara lapisan dalam dan permukaan luar dari kulit; taint yaitu kerusakan karena pembusukan pada permukaan bulu (grain), hairsleep yaitu gejala kerusakan pembusukan permukaan bulu sehingga bulu mudah lepas. Oleh karena itu pada pengeringan aliran udara yang bebas pada kedua permikaan kulit adalah penting. Jadi pengeringan kulit diatas tanah tidak dianjurkan. Pengeringan kulit dipentang diudara, dapat dianjurkan.

Pengeringan dibawah sinar matahari lebih baik menggunakan pentangan kulit yang disandarkan pada sebuah kayu dengan kemiringan 45 o C menghadap datangnya sinar matahari. Pengeringan yang baik dilakukan antara pukul 08.00 – 11.00 dilanjutkan 15.00 – 17.00

Cara pengawetan dengan pengeringan matahari

Pertama kali kulit kambing dicuci bersih dengan air, kemudian ditimbang untuk mendapatkan berat kulit. Lalu dilakukan fleshing (penghilangan sisa daging dan lemak), kemudian dicuci kembali dengan air sampai bersih. Setelah itu direntangkan diatas meja/tempat yang datar dengan bagian flesh menghadap keatas. Lalu dipentangkan dengan frame dan diangin-anginkan sampai satu malam. Setelah lewat satu malam, jemur selama 14 hari atau sampai kulit kering pada terik matahari.

Awal dari proses pengawetan dengan metode kering matahari adalah kulit segar yang telah dibersihkan dari kotoran yang menempel pada bagian daging, kemudian kulit disesek untuk membersihkan sisa daging dan lemak. Setelah kulit bersih dicuci dan ditimbang, diperoleh berat awal 0,8 kg kemudian dilakukan pementangan. Kulit dipentang pada kayu, dengan cara dilubangi bagian-bagian pinggirnya untuk dipasang pengait berbentuk S yang kemudian dikaitkan pada pentangan dengan tali rafia. Pementangan disarankan tidak terlalu kencang dan tidak terlalu kendor. Jika terlalu kencang akan merusak kulit sehingga kulit akan robek dan apabila terlalu kendor kulit akan berkerut. Setelah kulit rapi di atas pentangan yang disandarkan dengan kemiringan 450 menghadap sinar matahari.