Cara Uji Kualitas Fisik Kulit

www.agrinak.com - Sifat-sifat fisik kulit ialah ketahanan kulit terhadap pengaruh-pengaruh dari luar antara lain pengaruh mekanik, kelembaban dan suhu luar. Kekerasan kulit dan kekuatannya dipengaruhi oleh kadar air, protein fibrous, proten globular dan lemak yang ada di dalam kulit. Sifat-sifat fisik kulit juga ditentukan oleh struktur jaringan yaitu bentuk anyaman dan kepadatan berkas-berkas serabut kolagen dan komposisi kimianya. Kekuatan kulit terutama dipengaruhi oleh protein kolagen dan komposisi kimianya. Kekuatan kulit terutama dipengaruhi oleh protein kulit, khususnya kolagen. Besar kecilnya diameter fibril kolagen dan serabut kolagen. Umur ternak berpengaruh terhadap kekuatan kolagen, semakin bertambahnya umur, serabut kolagen menjadi semakin stabil, suhu kerut naik, sukar larut, dan ikatan silangnya semakin bertambah. Kekuatan serabut kolagen disebabkan oleh adanya kekuatan intra-molekular dan intermolukuler pada molekul kolagen. Sejalan dengan pertumbuhan atau bertambahnya umur ternak maka ikatan antar molekul atau ikatan silangnya bertambah banyak. Diameter serabut kolagen diduga berkaitan dengan kekuatan dan elastisitas serabut kolagen. Kekuatan fisik kulit yang rendah menunjukkan rendahnya mutu serabut kolagen atau telah terjadi degradasi serabut-serabut kolagen.


Kekuatan tarik dan kemuluran

Kulit mentah ataupun yang disamak diukur dan dinyatakan kekuatannya dengan kekuatan tarik dan kemuluran. Kekuatan tarik (kg/cm2) ialah besarnya beban (kg) yang dibutuhkan untuk menarik contoh kulit berukuran panjang 5 cm, lebar 1 cm, serta kecepatan penarikan 25 m per menit hingga contoh kulit putus. Bentuk anyaman, kepadatan berkas serabut kolagen, keutuhan serabut kolagen, dan sudut anyaman ikut menentukan besarnya kekuatan tarik dan kemuluran. komposisi kimia kulit seperti kadar protein, air dan lemak berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan kemuluran. Lemak dan air berfungsi sebagai pelumas serabut kulit, sehingga licin dan pergeseran serabut satu dengan lainnya tidak menimbulkan kerusakan. Kulit byang kuat tariknya tinggi pada umumnya kemulurannya rendah, kuat tarik yang rendah persen kemulurannya selalu tinggi.

Cara Uji kekuatan tarik dan kemuluran

Sampel kulit dipasang pada tensile strenght meter, setelah itu beban ditambahakan secara bertahap dari beban kecil hingga besar. Lalu, diamati saat sampel kulit putus pada beban tertentu dan dicatat besarnya beban yang digunakan hingga sampel kulit putus.

Suhu kerut dan suhu kerut maksimal

Suhu kerut ialah suhu tertentu yang mengakibatkan contoh kulit mengalami pengkerutan. Serabut-serabut kolagen atau kulit awetkan akan mengkerut lebih kurang setengah dari panjang awal jika dipanaskan dalam medium cair pada suhu etrtentu. Pemendekan serabut kolagen disebabkan hilangnya atau berubahnya rantai ikatan silang molekul kolagen. Pada suhu kerut, gaya di dalam molekul protein menjadi lebih besar daripada gaya antar molekul yang mengalami pemanasan. Ikatan rantai-rantai samping hanya membantu sebagian kecil ketahanan terhadap air panas, pengkerutan lebih banyak disebabkan oleh putusnya ikatan hidrogen dari rantai polipeptida. Banyaknya kandungan air di dalam molekul kolagen juga mempengaruhi tinggi rendahnya suhu kerut, kandungan air yang tinggi menyebabkan suhu kerut rendah, sebaliknya kandungan air rendah menyebabkan suhu kerut tinggi. Suhu kerut sampel yang berasal dari bermacam-macam bagian pada kulit yang sama, berbeda antara 2-3 derajat celsius. Pada kulit yang sama, bagian yang susunan serabutnya padat suhu kerutnya lebih tinggi dibanding yang kurang padat. Pengukuran suhu kerut ini penting untuk menilai tipe ikatan di dalam kolagen dan perubahan struktur yang terjadi seperti dehidrasi dan denaturasi.

Cara Uji suhu kerut dan suhu kerut maksimal

Sampel kulit dipasang pada shinkrage meter lalu glycerine dipanaskan hingga suhu 50 oC. Setelah suhu mencapai 50 oC, sampel kulit dimasukkan kedalam gelas ukur yang terisi g;ycerine dan diamati pergesaeran yang terjadi pada mistar pada shinkrage meter, setelah sampel kulit bergesar ke arah kiri, berarti suhu kerut telah tercapai dan dicatat suhunya. Lalu, sampel kulit tersebut dipanaskan kembali hingga suhu mencapai 100 oC, setelah tercapai suhu etrsebut, sampel kulit dijaga suhunya selama 15 menit kemudian sampel kulit di lepas dan diukur panjang dan lebarnya.