Manajemen Pakan Ternak Babi

Manajemen pakan babi sangat penting dalam peternakan babi, karena biaya pakan merupakan biaya paling tinggi yang dikeuarkan oleh peternak. dibawah ini adalah contoh komposisi dan harga pakan untuk masing masing fase ternak

Komposisi Bahan Pakan Induk Menyusui
Pakan yang diberikan berupa konsentrat dengan jumlah pemberian pagi dan sore sebanyak 1,5 kg. Berikut tabel komposisi bahan pakan yang diberikan untuk induk yang menyusui :
Komposisi Bahan Pakan Induk Menyusui
Bahan Pakan Jumlah (Kg) Harga (Rp)/ kg
Jagung 40% Rp 3400,00
Bekatul 35% Rp 2500,00
Combo 72 25% Rp 7950,00

Komposisi Pakan Ternak Induk Bunting
Pakan yang diberikan berupa konsentrat dengan jumlah 1,5 kg, Berikut tabel konsumsi bahan pakan induk bunting :
Komposisi Bahan Pakan Induk Bunting
Bahan Pakan Jumlah (Kg) Harga (Rp)/ kg
Jagung 40% Rp 3400,00
Bekatul 40% Rp 2500,00
Combo 72 20% Rp 9750,00

Komposisi Pakan Ternak Induk Jantan dan Betina Tidak Bunting
Pakan yang diberikan berupa konsentrat dengan jumlah pemberian 1,5 kg. Berikut tabel komposisi bahan pakan ternak induk jantan dan betina tidak bunting.
Komposisi Pakan Induk Jantan dan Betina Tidak Bunting
Bahan Pakan Jumlah (Kg) Harga (Rp)/ kg
Jagung 40% Rp 3400,00
Bekatul 40% Rp 2500,00
Combo 72 20% Rp 9750,00

Komposisi Pakan Babi Anak Lepas Sapih
Pakan untuk babi lepas sapih berupa konsentrat yang diberikan dalam jumlah 0,5 kg. Berikut komposisi pakan ternak yang diberikan :
Komposisi Pakan Babi Anak Lepas Sapih
Bahan Pakan Jumlah (Kg) Harga (Rp)/ kg
Jagung 40% Rp 3400,00
Bekatul 40% Rp 2500,00
Combo 72 20% Rp 9700,00

Komposisi Pakan Babi Bakalan Jantan dan Betina
Pakan untuk babi bakalan jantan dan betina berupa konsentrat yang diberikan dalam jumlah 1,2 kg. Berikut komposisi pakan ternak yang diberikan :
Komposisi Pakan Babi Bakalan Jantan dan Betina
Bahan Pakan Jumlah (Kg) Harga (Rp)/ kg
Jagung 37.5% Rp 3400,00
Bekatul 40% Rp 2500,00
Combo 77 22.5% Rp 7600,00

Berikut ini adalah asumsi harga dari komposisi pakan diatas
Harga pakan untuk induk menyusui/kg
Jagung = 40% x Rp 3.400,00
= Rp 1.360,00
Bekatul = 35% x Rp 2.500,00
= Rp 875,00
Combo 72 = 25% x Rp 7.950,00
= Rp 1.987,5

Harga pakan untuk induk bunting/kg
Jagung = 40% x Rp 3.400,00
= Rp 1.360,00
Bekatul = 40% x Rp 2.500,00
= Rp 1.000,00
Combo 72 = 20% x Rp 7.950,00
= Rp 1.590,00

Harga pakan untuk induk jantan dan betina tidak bunting
Jagung = 40% x Rp 3.400,00
= Rp 1.360,00
Bekatul = 40% x Rp 2.500,00
= Rp 1.000,00
Combo 72 = 20% x Rp 7.950,00
= Rp 1.590,00

Harga pakan untuk anak lepas sapih/kg
Jagung = 40% x Rp 3.400,00
= Rp 1.360,00
Bekatul = 40% x Rp 2.500,00
= Rp 1.000,00
Combo 72 = 20% x Rp 7.950,00
= Rp 1.590,00

Harga pakan untuk bakalan jantan dan betina
Jagung = 37,5% x Rp 3.400,00
= Rp 1.275,00
Bekatul = 40% x Rp 2.500,00
= Rp 1.000,00
Combo 72 = 22,5% x Rp 7.950,00
= Rp 1.788,75


gambar 1. foto manajemen pakan ternak babi
Berdasarkan data yang diperoleh rata-rata pemberian pakan untuk induk menyusui, induk bunting, induk jantan, dan induk betina tidak bunting yaitu pakan konsentrat sebanyak 1,5 kg. Perbedaan kuantitas pakan untuk anak babi lepas sapih sebanyak 0,5 kg dan untuk babi bakalan jantan dan betina pemberiannya sebanyak 1,2 kg. Pakan yang diberikan semuanya sama yaitu dalam bentuk konsentrat hanya saja jumlahnya yang berbeda.  


Pemberian pakan yang semestinya merupakan hal yang sangat penting sebab, biaya makanan menduduki tempat tertinggi yaitu sampai 80% dari ongkos produksi total. Ini disebabkan babi tumbuh begitu cepat dan konsekuensinya keperluan akan makanan adalah sangat tinggi. Berdasarkan alasan itu, maka proporsi jumlah induk harus dibuat seefisien mungkin dengan rasio induk dibanding pejantan 30:1 jika s/c 1 dan 15:1 jika s/c 2. Kebutuhan nutrien babi breeding stock berbeda, tergantung pada kondisi dan berat badannya.

Pada awal pertumbuhannya ternak babi membutuhkan pakan yang memiliki kandungan PK antara 16 sampai 20%, sehingga harga pakan pun akan relatif lebih mahal dibanding pakan babi dewasa. Untuk mengatasi hal tersebut maka dengan penggunaan sisa processing industri pertanian (katul, dedak,bungkil kelapa, tepung ikan), limbah rumah tangga, tepung bekicot, akan dapat menekan harga pakan tanppa mengurangi kandungan nutrien yang dibutuhkan.

Menurut Sihombing, kebutuhan pakan seekor pejantan adalah 1,5 sampai 2 kg per hari yang masih dalam pertumbuhan dan 2 sampai 2,5 kg per hari untuk pejantan produktif. Kebutuhan pakan untuk induk bunting antara 2 sampai 2,5 kg per hari, induk kering 2,5 sampai 3 kg per hari dan induk menyusui dapat mencapai 4 kg per hari. Kebutuhan pakan anak babi pada umur 8 sampai 12 minggu adalah 1 sampai 1,25 kg per hari dan umur 16 sampai 20 minggu sebanyak 2,25 hingga 2,75 kg per hari.
Pakan yang diberikan pada induk meyusui, induk bunting, induk jantan dan betina tidak bunting 3 kg per hari. Hal ini sesuai dengan literatur hanya saja yang untuk induk menyusui yang berada di bawah kisaran normal. Pakan yang diberikan untuk anak yang lepas sapih yaitu 1 kg per hari dan untuk bakalan jantan dan betina masing-masing 2,4 kg per hari. Hasil yang diperoleh saat praktikum sesuai dengan literatur.

Faktor yang mempengaruhi konsumsi ransum terbagi dua yaitu yang secara langsung berpengaruh terhadap berat badan dan pada besar, umur, kondisi, ternak, serta cekaman yang diakibatkan oleh lingkungan seperti temperatur, kelembaban dan sinar matahari