Manajemen perawatan, sanitasi dan pencegahan penyakit pada ternak babi

Manajemen perawatan babi dibagi menjadi 3 kelompok yaitu breeding, fattening dan perawatan anak.

Babi Breeding

Manajemen perawatan babi betina dan jantan yang akan digunakan untuk breeding yaitu pakan yang diberikan sama (jenisnya sama tetapi kuantitasnya yang berbeda). Kriteria untuk babi betina yaitu putingnya panjang, jarak antar puting sama, dan jumlah puting antara 14 sampai 16. Kriteria untuk babi jantan yaitu testis besar dan simetris, badan panjang, bentuk kaki kuat, dan badannya tidak kurus atau pun besar.   

Perawatan ternak babi harus dilakukan sedini mungkin bahkan saat masih di dalam perut (fetus) hingga siap dipanen. Metode pengelolaan yang cocok untuk berbagai kelas babi meliputi babi bibit, induk bunting, anak babi menyusui, babi baru disapih dan babi penggemukan.
Babi Fattening
Perawatan babi yang digunakan untuk fattening untuk yang jantan dengan dikastrasi, biasanya berasal dari ternak sisa culling yang tidak memenuhi syarat untuk breeding. Menurut Williamson and Payne, babi yang digemukkan kebanyakan dipelihara untuk pork dan dipotong pada berat 45-63 kg. 

Makanan babi yang digemukkan bisa diberikan dalam bentuk kering maupun basah. Babi hendaknya diberi makan berdasarkan nafsu makannya dan tidak belebihan. Pada umur 15-16 minggu diberikan obat cacing piperazine.

Perawatan Anak babi
Perawatan anak babi pada saat setelah lahir umur 1 hari yaitu pemotongan gigi taring dan ekor, tujuan dipotong umur 1 hari agar ternak bisa menyusu dengan optimal karena setelah dipotong gigi taring dan ekornya otomatis babi akan mengalami stress sehingga konsumsi menurun. Umur 3 hari, ternak babi dilakukan penyuntikan pig iron ject 20% dan pemberian vitamin B12. Umur 1 minggu dilakukan vaksinasi, vaksin yang digunakan yaitu vaksin hog untuk mencegah penyakit virus hog colera. Umur 2 minggu ternak babi disuntik microplasma, tujuannya untuk mencegah gangguan pernafasan dan setelah berumur 4 minggu dilakukan penyuntikan microplasma lagi yang kedua.    

Anak babi mulai menyusu segera setelah lahir. Begitu umur 1 minggu anak babi diberi creep feeds, yaitu cara pemberian makanan pada anak babi terpisah dari makanan induknya. Creep feeds hendaknya diberikan dalam bentuk pellet atau butiran. Air harus selalu disediakan. Jumlah ransum induk babi hendaknya dinaikkan perlahan-lahan setelah beranak dan harus dihitung berdasarkan jumlah anak babi yang disusuinya.

Standar perawatan anak yang dilakukan pada peternakan tersebut yaitu pemotongan taring dan ekor yang dilakukan ketika babi baru lahir. Kebanyakan prosedur memotong gigi dan taring anak babi adalah segera setelah lahir sebab selain penanganannya masih mudah hal ini bertujuan menjaga agar puting induk tidak dilukai anak dan untuk mencegah timbul luka oleh perkelahian sesama anak anak babi, sejalan dengan pemotongan gigi dan taring ini, juga biasa dilakukan pemotongan ekor. Pemotongan gigi taring dan ekor bisa menggunakan tang dan pisau.

Manajemen sanitasi dan pencegahan penyakit

Penyakit Yang Sering Muncul Dan Obatnya
Penyakit yang sering muncul di kandang babi  antara lain diare, borok, cacingan, dan gangguan pernapasan. Cacingan biasanya ditandai dengan adanya bintik bintik merah pada kulit, dan bulu babi biasanya berdiri, pengobatannya dilakukan dengan albendazol, fermiprazol, dan dewarmne. Gangguan saluran pernafasan ditandai dengan batuk-batuk dan perutnya kembang kempis, pengobatannya dilakukan dengan chorflox. Borok ditandai dengan luka-luka pada kulit babi, pengobatannya dilakukan dengan semprot gusanex. Diare ditandai dengan feses pada babi cair, pengobatannya dilakukan dengan chorflox. 

Menurut Whendarto dan Nugroho, gajala-gejala terserang cacingan adalah muntah-muntah, selaput mata pucat dan anemia, anak babi terganggu pertumbuhannya, terganggu perkembangan bobotnya, kurus, kerdil, ekor dan telinga menggantung, bulu kasar dan berdiri, terlihat lesu, gelisah kadang berteriak, nafsu makan turun dan gejala batuk-batuk dan mengeluarkan exudate-leleran hidung.
Macam-macam Obat
Obat yang digunakan di peternakan babi antara lain betamoxin, chorflox, pig iron ject, dan multivitamin. Betamoxin biasanya digunakan untuk pengembalian daya tahan tubuh setelah melahirkan. Chorflox digunakan untuk obat mencret atau diare dan obat batuk bisa juga sebagai intibodi. Pig iron ject digunakan untuk sumber zat besi pada babi berumur 3 sampai 4 hari. Multivitamin digunakan untuk indukan sebagai vitamin tambahan yang pemberiannya setelah melahirkan.