Manajemen Seleksi Ternak Babi

Babi yang digunakan untuk ternak biasanya yaitu babi Landrace yang berasal dari Denmark, termasuk babi Bacon berkualitas tinggi. Ciri-ciri yang dimiliki antara lain:
  • tubuh panjang, besar (lebar) dan dalam
  • warna putih dengan bulu yang halus; c) kepala kecil agak panjang, dengan telinga terkulai
  • leher panjang
  • punggung membentuk seperti busur, panjang dan lebar
  • bahu rata, halus
  • kaki letaknya baik dan kuat, dengan paha yang bulat dan tumit yang kuat pula
  • puting susu 6 sampai 7 buah
  • berat jantan dewasa 320 sampai 410 dan betina 250 sampai 340 kg. 
gambar 1. manajemen seleksi ternak babi
babi Landrace berwarna putih, tubuhnya panjang dan telinganya terkulai jatuh ke bagian muka. Pada yang induk mempunyai sifat keibuan yang tinggi dan dikenal memberikan anak yang banyak. Mempunyai pertambahan berat badan 0,96 kg dan lemak yang banyak. efisiensi dari produksi ternak babi erat hubungannya dengan banyak anak yang disapih perinduk pertahun. Keberhasilan dalam usaha ternak babi adalah juga sangat tergantung kepada pemeliharaan induk dan pejantan yang memiliki sifat-sifat baik. 

Deteksi Estrus

Ternak yang terdeteksi estrus akan terlihat ciri cirinya antara lain menaiki temannya, vulva memerah, bengkak, hangat, dan ternak gelisah. Hal ini sama dengan yang dikemukakan oleh Williamson and Payne yaitu ternak babi betina yang mengalami birahi mempunyai tanda sebagai berikut, keluarnya cairan "heat mucous", suhu badan naik, alat kelamin merah dan membesar. Biasanya hal ini terlihat setelah babi induk menyapih anaknya pada hari ke-3 sampai 7 maka minta kawin. 

Deteksi Kebuntingan

Ternak yang mengalami kebuntingan dapat terdeteksi dengan  melihat ciri ciri yang terlilhat pada ternak antara lain perut membesar bagian kanan, ambing membesar dan vulva juga membesar.

Deteksi Melahirkan

Babi yang akan melahirkan biasanya mempunyai ciri ciri vulva merah membesar, perut membesar dan turun, ambing dan putin turun. Menurut Blakely and Blade, tanda tanda menjelang babi melahirkan antara lain gelisah, membuat sarang, dan organ reproduksi bagian luar membesar.

Kriteria Bibit yang Akan Digunakan Sebagai Indukan Babi

Kriteria bibit yang akan digunakan untuk indukan babi jantan adalah berasal dari bangsa murni tidak ada campuran, bahu lebar rata dengan punggung, kaki belakang kuat, kepala datar, mata tajam, dan lipidonya tinggi. Kriteria bibit yang akan digunakan untuk indukan babi betina antara lain jumlah puting antara 12 sampai 16, kaki kuat, tubuh panjang punggung rata dengan bahu, kepala sedang, punggung melengkung, dan sehat tidak cacat. Menurut Whendarto dan Nugroho (1990), babi calon bibit indukan betina memiliki berat waktu lahir 1 sampai 1,5 kg; berat sapih 10 sampai 15 kg; pertumbuhan berat sekitar 500gr/hari; punggung melengkung seperti bujur; bahu lebar; dan paha lebar. 

Ciri-ciri induk yang bagus
  • sehat, tidak cacat dan dapat berfungsi dengan baik, mempunyai jumlah puting susu minimal 8 pasang, 8 di kiri dan 8 di kanan yang letaknya symetris berjarak sama, tidak mempunyai puting susu yaang buntu
  • mempunyai proporsi tubuh yang baik, panjang tubuhnya sedang, otot yang baik didaerah pinggul dan bahu
  • kaki kuat lurus, bisa berdiri tegak, tumit kuat, ekor melingkar
  • Pertumbuhan cepat dan menghasilkan anak yang lahir banyak, minimal 8 ekor dan berat lahir minimal 1,1 kg.


Kriteria Bibit Yang Digunakan Untuk Bakalan

Kriteria bibit yang digunakan untuk ternak bakalan babi jantan dan babi betina adalah sisa dari culling pemilihan jantan dan betina yang tidak masuk kriteria untuk breeding, mata tajam, bangsa murni, dan sehat.  Babi bibit hendaknya dipisahkan dari induknya dan anak babi lainnya pada umur 3 bulan. Semua bibit pejantan dan babi induk hendaknya mempunyai 14 puting susu dan menunjukkan sifat-sifat tumbuh cepat dan pertambahan berat yang ekonomis. Babi bibit dapat dipelihara sampai kira-kira umur 4 bulan. 
Babi dara hendaknya dikawinkan pertama kali pada umur 7-8 bulan dengan berat 102-113 kg. Bila pertumbuhannya baik dan lebih berat dari 113 kg dapat dikawinkan lebih muda. Pemilihan bibit yang baik merupakan langkah awal keberhasilan suatu usaha peternakan. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan pada waktu memilih bibit yaitu a). Babi yang sehat, bentuk tubuh yang baik ciri-cirinya letak puting simetris dan jumlah puting 12 buah kiri dan kanan, ambing yang besar dengan saluran darah terlihat jelas, tubuh yang padat dan kompak, kaki yang tegak dan kokoh, tubuh yang panjang dibandingkan dari babi-babi yang sama umur, b) anak babi berasal dari induk yang sering menghasilkan anak lebih dari 5 ekor dalam satu kelahiran dan mampu menjaga anaknya sampai lepas sapih.

Ciri-ciri pejantan yang baik adalah 
  • Organ reproduksinya (testes) berkembang dengan baik, kedua bagian testes sama ukurannya
  • pejantan harus bersifat agresif terhadap betina
  • Kepala ringan, mata lebar, waspada, bahu lebar rata, punggung sedikit melengkung, ekor melingkar,bagian bawah perut rata serta mempunyai kuku dan kaki yang kuat untuk melakukan perkawinan
  • dalam keadaan sehat dan tidak cacat dan tidak ada kelainan. Berat lahir minimal 1,1 kg.
demikian artikel tentang manajemen seleksi babi. semoga membantu untuk peternakan babi anda.