Panduan Cara Budidaya Ternak Kelinci Terlengkap

Cara Budidaya ternak kelinci mulai dari jenis, pemeliharaan, kandang, pakan, perawatan dan kontrol penyakit dan analisis usaha baik untuk kelinci pedaging maupun hias.

Kelinci hanya ditemukan pada zaman glasial di daerah Peninsula. Pada mulanya Orytolagus cuniculus berasal dari Spanyol tetapi menyabar ke Mediterania Barat dan Eropa. Kelinci mula-mula dijinakkan di Afrika dan dimanfaatkan kira-kira 300 tahun yang lalu. Kelinci mulai dibawa ke Amerika dari Eropa pada tahun 1800-an. Bangsa kelinci yang dikembangkan di Amerika tidak ada yang berasal dari negara itu sendiri. Masing-masing hewan mempunyai genus yang berbeda dengan kelinci pemeliharaan (genus Orytolagus) yang secara biologis sangat berbeda sehingga tidak akan terjadi perkawinan silang antar genus yang menghasilkan anak. Oleh karena itu bangsa kelinci yang ada pada saat ini merupakan bangsa kelinci impor.

gambar 1. budidaya ternak kelinci

Kelinci pertama kali ditemukan di Afrika beberapa ratus tahun yang lalu, kemudian diternakkan orang di daerah-daerah sekitar Laut Tengah. Setelah itu dari hasil peternakan di daerah Laut Tengah, kelinci tersebar di Eropa, terutama di Perancis, Polandia, Inggris, Belanda dan lain sebagainya. Bersamaan dengan penyebaran bangsa-bangsa Eropa, kelinci masuk ke belahan bumi yang lain, diantaranya Australia dan New Zealand. Setelah Perang Dunia II kelinci masuk dan berkembang di Amerika.

Perkembangan seterusnya jenis Californian mulai berkembang. Jenis New Zealand sendiri sebenarnya berasal dari Amerika dan berkembang di Selandia Baru. Jenis Californian dan New Zealand adalah kelinci-kelinci yang dikembangkan pertama kali secara komersial dengan penelitian-penelitian pada laboratorium dan riset dengan intensif sampai akhirnya menjadi salah satu kelinci unggul baik pedaging maupun hias.

Menurut beratnya kelinci dibagi menjadi 3 golongan, yaitu : 
  • golongan kecil dengan berat 0,4 sampai 2 kg antara lain Polish Dutch, Nederland dan Dwarf Hop,
  • golongan sedang dengan berat 2,0 sampai 4,0 kg contohnya New Zealand.White , Californian, Caroline 
  • golongan besar dengan berat 5,0 sampai 8,0 kg contohnya Giant Chirchilla, Flemish Giant dan Cheeke Red Giant.


Saat ini ada tiga macam jenis kelinci di Indonesia yang mempunyai tanda-tanda berdasarkan bentuk dan proses adanya dalam sejarah ternak kelinci di Indonesia, yaitu kelinci lokal, unggul dan kelinci crossing atau persilangan.

Bangsa (jenis) kelinci

Kelinci american chincilla

Kelinci ini mempunyai tiga varietas yaitu jenis standard (berat dewasa 2,5 sampai 3 kg), jenis berat (berat dewasa 4,5 sampai 5 kg) dan jenis giant (berat dewasa 6 kg). Kelinci ini dimanfaatkan untuk produksi kulit maupun daging. Dikembangkan dari kelinci import Perancis 1919. warna idealnya adalah keseluruhan bulu berwarna abu-abu (Chincilla).

Kelinci anggora 

Kelinci angora dimanfaatkan sebagai penghasil mohan. Berwarna putih dengan wool yang tumbuh panjang. Pertumbuhan wool biasanya mencapai 2,5 cm per bulan dan wool ini dipotong setiap 3 bulan dengan berat dewasa 2,5 sampai 3,5 kg.

gambar 2. foto kelinci anggora

Kelici Champangne d’Argen

Kelici ini dapat juga disebut French Silver. Berkembang di Perancis lebih dari 100 tahun. Bulu atau fur memegang peranan penting dalam industri pakaian. Pada sat lahir berwarna hitam, tetapi umur 3-4 bulan berwarna perak atau putih susu dengan warna kulit biru tua. Berat jantan dewasa 4,5 kg dan berat betina 4,5 kg.

Kelinci Californian

Kelinci ini pertama kali lahir di Amerika Serikat tahun 1923. mempunyai ciri-ciri bertubuh putih dengan telinga, hidung, ekor dan kaki berwarna kelabu tua atau hitam, matanya berwarna merah muda. Berat dewasa untuk pejantan 4 kg dan betina 4,25 kg. Kelinci ini mempunyai pundak yang lebar, punggung berdaging dan mempunyai persentase karkas (dressing persentage) yang baik. kelinci ini mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, merupakan tipe kelinci pedaging dan hias, cepat tumbuh dan mothering abilitynya baik.

Kelinci carolina

Kelinci ini Merupakan kelinci tipe pedaging dengan litter sizenya banyak. Sifat lain yang dimiliki kelinci ini antara lainwarna bulunya putih polos dengan mata berwarna pucat atau bule. Berat dewasanya sekitar 5 Kg, selain itukelinci ini mudah dipelihara, cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan serta tahan terhadap penyakit.

Kelinci Chekered Giant

Kelinci ini merupakan jenis kelinci yang sangat besar, disukai peternak, bibit sebagai penghasil daging. Kelinci ini berwarna hitam putih dengan hitam pada bagian punggung bawah samping dan lingkaran sekeliling mata.

Kelinci lop

Kelinci ini merupakan kelinci tipe pedaging dan hias. Kelinci ini juga memiliki ciri khusus antara lain telinganya yang tidak tegak , tetapi jatuh kebawah/koploh, warna bulu coklat, kuning, Hitam, dan bercak-bercak putih. Memiliki mata yang berwarna hitam dansorotannya tajam. Berat dewasanya sekitar 4,5 kg, dapat mengasuh anaknya, air susunya berlimpah dan cepat tumbuh, selain itu daging yang dihasilkan lebih padat

Kelinci latin

Kelinci ini merupakan jenis kelinci pedaging yang baik karena tipe dan ukurannya. Berat dewasa 4 sampai 4,5 kg, dikenal dengan 9 warna dan warna yang paling terkanal adalah putih. Kelinci ini menonjol karena warnanya yang menyala dan kulitnya halus.

Kelinci lokal

Kelinci ini adalah kelinci yang masuk ke Indonesia sejak dulu, dibawa oleh orang Eropa atau Belanda sebagai ternak kesayangan atau hias. Kelinci ini mempunyai ciri-ciri bentuk dan bobotnya kecil sekitar 1,5 kg. Bulunya bervariasi yaitu hitam, putih dan abu-abu. Bila diperhatikan kelinci lokal mempunyai keturunan Belanda dan kelinci New Zealand. Karena kawin silang yang tidak terkontrol dari generasi ke generasi, faktor makanan, faktor cuaca dan faktor pemeliharaan dan lain-lain, terjadilah tipe kelinci lokal meskipun kelinci ini bukan berasal dari Indonesia asli

Kelinci New Zealand

Kelinci ini merupakan jenis kelinci yang terpopuler di Amerika Serikat. Kelinci New Zealand terdiri dari New Zealand merah, matanya berwarna coklat sedangkan New Zealand putih warna matanya merah. Kelinci ini berukuran sedang dan merupakan penghasil daging dan fur yang sangat baik. Berat dewasa 4 sampai 5 kg, kelinci ini juga cepat dewasa

kandang kelinci

Ada beberapa pola kandang kelinci dapat dilaksanakan yang disesuaikan dengan modal peternak, keadaan lingkungan, keadaan bahan, dan keadaan lokasi peternakan. Kandang berdasarkan penempatannya dibedakan menjadi dua yaitu pertama kandang dalam ruangan yaitu kandang yang diletakkan didalam bangunan besar. Kandangnya hanya berupa sangkar saja, atap  dan dindingnya sudah dijamin oleh Bangunan Induk. Kedua kandang diluar bangunan yaitu kandang yang tidak diletakkan didalam bangunan induk sehingga kandang memerlukan konstruksi yang sesuai dengan syarat baik untuk kandang kelinci. Sedangkan berdasarkan sistem pengelolaannya kandang untuk kelinci dapat dibagi menjadi dua yaitu kandang battery dan kandang postal

Kandang kelinci biasa di bangun dalam berbagai bentuk sesuai dengan selera masing-masing peternak atau tempat di mana kandang itu hendak di buat.Oleh karena itu kandang kelinci bermacam–macam bentuk, antara lain:
  • Sistem Postal. Bangunan kandang  kelinci tanpa halaman pengumbaran sehingga tidak lepas sama sekali ,tetapi mereka sepanjang hari dan malam selalu kandang .
  • Sistem Ren. Bangunan kandang kelinci bagi kelompok kelinci yang di beri halaman pengumbaran, sehingga mereka dapat bermain secara bebas di halaman. Halaman tersebut lebih baik apabila di buat dari batu bata merah, sehingga keadaan tetap kering.

Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah perubahan ukuran yang meliputi pertumbuhan berat hidup, dimensi linier, bentuk dan komposisi tubuh, di mana termasuk pula perubahan komponen-komponen tubuh seperti lemak, otot, protein dan abu pada karkas. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan adalah jenis kelamin, nutrisi dan fisiologi genotif.

Saat kelinci dipelihara selama kurang lebih tiga minggu, pemberian pakan diberikan dua kali sehari yaitu berupa hijauan (kangkung) dan juga konsentrat. Jumlah pemberian pakan tersebut disesuaikan dengan berat badannya. Pemberian pakan atau ransom kelinci terdiri dari 40% konsentrat dan 60% hijauan

Feed intake adalah sejumlah pakan yang diberikan dikurangi dengan jumlah sisa pakan. Pada umumnya feed intake kelinci betina akan lebih besar dari pada kelinci jantan. Hal ini disebabkan kelinci betina akan membutuhkan nutrien yang lebih banyak untuk siklus estrus dan kebuntingan.

Kebutuhan pakan untuk ternak berbeda-beda tergantung dari spesiesnya, ukuran ternak, tingkat pertumbuhan, penyakit, kondisi ternak, lingkungan dan defisiensi nutrien tertentu. Dalam kondisi normal pakan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhannya.

Average Daily Gain (ADG) adalah rata-rata kecepatan pertambahan berat badan harian yang diperoleh dengan berat akhir dikurangi berat awal kemudian dibagi lama pemeliharaan. ADG normal untuk kelinci adalah 10 sampai 15 gram dan yang mempengaruhi ADG adalah mekanisme dan kecepatan pertumbuhan dari ternak itu.

Feed Conversation Ratio (FCR) atau konversi pakan adalah besarnya perubahan dari pakan yang dikonsumsi menjadi pertambahan berat badan (gain). dalam sehari kelinci memerlukan kadar ransum dengan kadar protein kasar sebesar 12 sampai 15 %, lemak 2 sampai 3,5 %, serat kasar 20 sampai 27%, dan mineral 5 sampai 6,5 %. Sedangkan kebutuhan untuk kelinci yang sedang tumbuh adalah sebesar 16% protein kasar, 10 sampai 12%serat kasar dan energi 2500Kkal/Kg.
Pemeliharaan

Handling

Cara memegang dan mengangkat kelinci tidak boleh dilakukan sembarang, sebab dapat menimbulkan hal-hal yang mengganggu bagi kelinci. Menangkap kelinci tidak boleh dengan kasar, tetapi harus tenang dan tidak boleh menimbulkan kepanikan bagi kelinci, apalagi bila kelinci itu sedang bunting atau menyusui. Menangkap dan mengangkat kelinci pada telinganya memang paling mudah, tetapi cara itu sebenarnya adalah kesalahan besar sebab telinga kelinci sangat sensitif dan tidak kuat menahan berat badan. Apalagi bila bobot badan kelinci cukup berat atau besar, hal ini akan merusak otot dan syaraf pada telinga. Bila kelinci berontak mungkin otot lehernya akan terganggu sehingga posisi kepala akan miring.

Membedakan kelamin kelinci

Sexing merupakan cara untuk membedakan jenis kelamin kelinci. Pada kelinci yang umurnya kurang dari 3 minggu sulit dibedakan antara jantan dan betina. Sexing dapat diketahui saat kelinci berumur 31 hari. Sampai umur 1,5 bulan Testis kelinci belum terlihat, demikian juga Penisnya masih samar-samar. Pada kelinci yang sudah dewasa kelamin, perbedaan itu terlihat dengan mudah, yang mempunyai kantong pelir itulah yang jantan

Cara sexing dengan meletakkan punggung anak kelinci pada salah satu tangan sehingga kepala menghadap ke atas. Dengan tangan kiri kedua kaki depannya dipegang, ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan diletakkan didepan dan belakang alat kelamin kemudian alat kelamin ditekan sehingga alat kelamin tadi tersembul tonjolan

Pakan Kelinci

Jenis makanan untuk kelinci adalah: daun-daunan, sayur-sayuran seperti kangkung, bayam dan umbi-umbian seperti wortel, ketela rambat dan biji-bijian setelah ditumbuk seperti beras dan kedelai, dedak, dan bekatul merupakan makanan yang sehat untuk kelinci.

Kebutuhan pakan kelinci tiap hari adalah hijauan dan umbi-umbian untuk kelinci dewasa 0,5 sampai 1 kg/ekor/hari. Konsentrat 200 sampai 300 gr/ekor/hari, kadar protein 12%. Untuk kelinci 1 sampai 6 bulan kadar protein 16% dan ME 2500 kcal, untuk kelinci menyusui kadar protein 17% dan ME 2500 kcal.

Biji-bijian yang keras, selain dapat diandalkan kandungan nutriennya juga diharapkan dapat menghambat pertumbuhan gigi kelinci agar tidak cepat memanjang. Pada kelinci yang digemukkan, biji-bijian seperti jagung sangat baik diberikan sebab akan mempercepat perkembangan dan ternak menjadi cepat gemuk. Hay perlu disediakan, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan (kelinci mencret, stok hijauan terbatas) hay dapat dikonsumsi.

Perawatan dan Kontrol Penyakit

Kelinci sangat peka terhadap penyakit dan lingkungan yang kotor. Untuk mencegah penyakit harus diperhatikan kebersihan kandang, pakan dan tempat minum. Semuanya harus bersih dari sisa-sisa pakan dan feses. Selain itu, kelinci yang  sakit harus dipisahkan dari kelinci yang sehat. Ada beberapa macam penyakit kelinci antara lain :

  • Kulit kudis. Penyakit ini disebabkan oleh kutu kecil. Gejalanya kulit berwarna merah dan bersisik, gatal dan bulu rontok. Pengobatan dengan memandikan kelinci dengan larutan belerang 
  • Kudis telinga. Penyakit ini disebabkan sejenis kutu kecil. Gejalanya kepala sering digelengkan, telinga sering digaruk, kulit telinga dalam keras, bersisik dan coklat. Diobati dengan Zalf dan Scabisix 
  • Enteristik (berak encer). Penyakit enteristik (berak encer) atau sering disebut juga diare. Gejalanya nafsu makan hilang, badan lemah, bulu kasar, perut kembung dan diare bercampur nanah. Pengobatan dengan minum air yang diberi larutan Choleretetraciclin dan Cxytobracylin 
  • Coccidiosis (berak darah). Penyakit ini memiliki gejala antara lain mencret bercampur darah, perut kembung dan kehilangan berat badan. Pencegahannya dengan membuat lantai kering dan bersih. Dapat diobati dengan Sulfanox, Naxol dan Sulfastrong 
  • Pneumonia (radang paru-paru). Penyakit ini memiliki gejala seperti sesak nafas, mencret, paru-paru lembab, mata dan telinga kebiruan. Penanganan penyakit ini dengan di obati dengan pemberian Sul-Q-nox pada pakan atau air minum
  • Radang selaput mata. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dengan gejala air mata yang selalu keluar atau bernanah dan bulu di sekitar mata kusam. Pengobatan dengan Zalf, injeksi antibiotik Stretomicus dan pinicilin 


Persentase Karkas

karkas pada ternak kelinci adalah bagian yang sudah dipisahkan dari kepala, jari-jari kaki, kulit, ekor dan jerohan. Besarnya bobot karkas tergantung pada besar kecilnya tubuh kelinci, penanganan kelinci, jenis kelinci, sistem pemeliharaan, kualitas bibit, macam dan kualitas pakan, serta kesehatan ternak. Berat karkas yang baik berkisar antara 40 sampai 52 % dari berat badan hidupnya. Basuki (1985), menyatakan bahwa  persentase karkas segar kelinci lokal jantan adalah 44.87 % dan yang betina adalah 42.43 %.

Meat Bone Ratio (MBR)

meat bone ratio adalah perbandingan antara berat daging dan berat tulang dan MBR untuk kelinci yang berproduksi baik adalah 5:1, perbandingan ini tergantung pada kondisi karkas.

Cara pemotongan
Cara Pemotongan. prinsip pemotongan adalah memutuskan saluran darah balik (vena jugularis) pada bagian leher. Terdapat 3 metode dalam pemotongan yaitu metode pemukulan, pematahan, dan metode penyembelihan.

Cara menguliti
Kelinci digantung pada suatu tempat dengan kaki belakang dipotong, kemudian kulit dibuka dari pergelangan kaki kanan melalui anus sampai pergelangan kaki kiri atau sebaliknya, kemudian kulit ditarik ke bawah sampai terlepas dari badannya

Komposisi Tubuh
Pada pemotongan kelinci akan diperoleh karkas yang merupakan campuran daging dan tulang. Untuk memperoleh perbandingan daging dan tulang, maka tulang dapat dipisahkan dari daging. Salah satunya adalah dengan cara merebus daging tulang tersebut, kemudian dipisahkan antara daging dan tulangnya sehingga akan diperoleh MBR.  persentase karkas dipengaruhi oleh makanan dan breed.

Sistem Digesti

Kelinci mempunyai sistem pencernaan monogastrik atau berlambung tunggal. Alat pencernaan terdiri dari 42 % coecum, 36 % perut besar yaitu ventriculus dan stomachi (Kamal, 1982). Mikrobia atau bakteri banyak terdapat dalam coecum yang berguna untuk sintesa pakan menjadi asam amino dan vitamin B-kompleks. Mikrobia tersebut mikrobia flavin, pantotenat serta vitamin B12. Kadar vitamin B dan protein dalam kotoran kelinci relatif tinggi jika dibandingkan kotoran ternak lain. Kelinci memakan kotoran dari anus pada malam hari untuk memenuhi kekurangan protein dan vitamin b 

Sistem pencernaan pada kelinci adalah sebagai berikut:
  1. Mulut. Mulut merupakan tempat terjadinya pencernaan secara mekanik yaitu dengan jalan mastikasi bertujuan untuk memecah pakan agar menjadi bagian yang lebih kecil dan mencampurnya dengan saliva yang mengandung enzim amilase yang mengubah pati menjadi maltosa agar mudah ditelan 
  2. Oesophagus. Oesophagus merupakan lanjutan dari pharing dan masuk ke dalam cavum abdominale dan bermuara pada bagian ventriculus
  3. Ventriculus. Lambung kelinci disebut juga ventrikulus yang terdiri dari tiga bagian yaitu bagian awal (kardia), bagian tengah (fundus) dan bagian akhir (pilorus). Ventrikulus berfungsi sebagai tempat penyimpanan pakan dan tempat terjadinya proses pencernaan dimana dinding lambung mensekresikan getah lambung yang terdiri dari air, garam anorganik, mucus, HCl, pepsinogen dan faktor intrinsik yang penting untuk efisiensi absorbsi vitamin B12. Keasaman getah lambung bervariasi sesuai dengan macam makanannya. Pada umumnya sekitar 0,1N atau ber-pH lebih kurang dari 2.
  4. Usus halus. Usus halus terdiri dari duodenum, jejenum dan illeum. Kelenjar branner menghasilkan getah duodenum dan disekresikan ke dalam duodenum melalui vili-vili dan getah ini bersifat basa. Getah pankreas yang dihasilkan disekresikan ke dalam duodenum melalui ductus pancreaticus. Jejenum merupakan kelanjutan dari duodenum dan illeum berkelok-kelok di sebelah caudal ventriculus dan berfungsi sebagai tempat absorbsi makanan 
  5. Usus besar. Usus besar merupakan organ pencernaan dimana terjadi proses pencernaan yang  dilakukan oleh enzim yang terbawa bersama makan oleh tractus digestivus. Bagian depan dari aktivitas organisme yang terutama ada dalam coecum. Di usus besar terjadi sintesa vitamin B yang langsung dapat di absorbsi 
  6. Coecum. Sisa makanan yang belum tercerna akan masuk ke dalam coecum untuk disimpan sementara waktu dan terjadi pencernaan mikrobial, sebab di dalam coecum terdapat mikroorganisme yang memecah selulosa menjadi asam lemak volatil 
  7. Usus Besar. Setelah dari coecum, makanan masuk ke dalam usus besar dan terjadi pencernaan yang berupa serat kasar dan akan langsung diabsorbsi. Di dalam usus besar juga terjadi sintesa beberapa vitamin B yang dapat langsung diabsorbsi dan dimanfaatkan oleh ternak tersebut  Sisa dari hasil absorbsi akan masuk ke dalam rektum dan membentuk feses.
  8. Anus. Feses yang keluar lewat anus mengandung air. Feses merupakan sisa makanan yang tidak tercerna. Cairan dari tractus digestivus, sel-sel epitel usus, mikroorganisme, garam organik, stearol dan hasil dekomposisi dari bakteri keluar mel;alui anus .


Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi kelinci jantan

Organ reproduksi utama kelinci jantan adalah sepasang testis, epididymis, penis dan kelenjar genetis 
  • Testis. Testis berbentuk bulat, sepasang kecil, sebagai penghasil sperma, terdapat di dalam scrotum setelah mengalami discencus testiculorum 
  • Epididymis. Epididymis terlatak di sebelah medial testis memanjang dari cranial sepanjang testis dan terdiri dari caput epididymis, ductus epididymis, dan ductus ejaculatoris 
  • Penis. Penis merupakan organ genitalia esterna yang tersusun atas corpus covernisum penis, corpus covernosum uretrae dan praeputium 
  • Kelenjar genitalis masculina. Kelenjar genitalis mosculine ini terdiri atas corpus grandula prostatae, uterus masculinus, glandula verticulus, glandula bulbo uretralis (cowperi) dan glandula inguinalis

Sistem Reproduksi Kelinci Betina 

Organ reproduksi kelinci betina adalah sepasang ovarium, infundibulum, oviduct (tuba fallopi), uterus, vagina, vulva dan clitoris (Anonim, 1991).
  1. Ovarium. Organ ini terdiri dari sepasang terutama di sebelah caudal (dandren). Dalam ovarium terdapat folikel-folikel grafis berupa gelemnbung yang terdapat di permukaan ovarium 
  2. Infundibulum Tubae. Infundibulum Tubae merupakan pelebaran tubor yang berbentuk corong, terletak dekat ovarium, pada tepi infundibulum terdapat rumbai-rumbai yang  disebut firbae 
  3. Tubae. Tubae merupakan saluran tipis yang berkelok-kelok, kelanjutan  infundibulum tubordim sebelah caudal. Pada bagian dorsal menjadi konsepsia, penggantung tubor disebut mesosalpinx
  4. Vagina. Vagina merupakan muara keluarnya sebagai ibntraitus vaginae 
  5. Vulva. Vulva merupakan celah antara labium
  6. Clitoris. Clitoris merupakan alat homolog dengan penis terdiri dari corpus covernisum clitoris, corpus sporgnem, clitoris praeptium dan glandula clitoria

Analisis Ekonomi budidaya kelinci

Setiap peternak kelinci dapat dikatakan sebagai seorang pengusaha bila memelihara kelinci sampai ratusan ekor. Guna mencapai keberhasilan dalam usaha tersebut tentu membutuhkan modal berupa uang, waktu, tenaga dan tempat yang memadai untuk usaha ternak kelinci tersebut. Selain itu sebagai peternak yang baik harus berusaha untuk dapat memproduksi anak-anak kelinci sebanyak-banyaknya dari setiap induk selama satu tahun dalam masa produksinya 

Manajemen yang baik dan terencana akan sangat menunjang keberhasilan usaha misalnya memilih bibit yang baik, merencanakan modal, tata laksana pemeliharaan yang baik, merencanakan modal, tata laksana pemeliharaan yang baik dan perhatian khusus terhadap pakan, kandang, sanitasi serta pencataan produksi 

Ahli ekonomi menggambarkan kegiatan tersebut dengan cara cost-input yang meliputi tanah dan bangunan, sangkar dan peralatan, pakan dan pengurangan lainnya serta return-output yang meliputi ternak bibit, daging, bulu, dan hasil sampingan seperti kaki, ekor dan kotoran

Sebagai ternak penghasil daging, kelinci mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan ternak-ternak yang lain, yaitu 
  • Kelinci dapat mengubah dengan cepat bahan-bahan makanan yang murah seperti daun-daun dan sisa-sisa yang tidak berguna bagi manusia menjadi daging yang mempunyai nilai gizi yang tinggi 
  • Reproduksinya sangat cepat, dalam waktu 1 tahun dapat menghasilkan 40 sampai 70 ekor anak kelinci 
  • Dalam beternak kelinci tidak membutuhkan modal dan biaya yang besar 
  • Kelinci mempunyai kecepatan pertumbuhan yang sama dengan ayam Broiler