Pengaruh Berat Lahir dan Pertumbuhan prasapih Ternak

Berat sapih adalah berat ternak anakan pada saat disapih. Mengingat peternak kita masih jarang yang melakukan penyapihan secara paksa, maka umur sapih ditetapkan berdasarkan ketetapan.

Berat sapih dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu 
  • berat lahir
  • pertumbuhan prasapih. 

Pertumbuhan menyangkut dua peristiwa yang terjadi pada sel-sel di dalam tubuh ternak, yaitu hiperplasia dan hipertrapi. Hiperplasia adalah perbanyakan jumlah sel. Hipertropi adalah pembesaran ukuran sel. Pertumbuhan seekor ternak sudah dimulai sejak terjadi konsepsi hingga tercapai dewasa tubuh. Untuk memudahkan pembahasan, pertumbuhan ternak dibagi dalam tiga tahap, yaitu pertumbuhan sebelum lahir, prasapih, dan pascasapih. Pertumbuhan pada ternak tercermin pada peningkatan berat badannya. Secara umum, peningkatan berat badan ternak mengikuti kurva sigmoideal. 

gambar 1. foto sapi masa sapih

Berat lahir adalah berat anak pada saat dilahirkan. Berat lahir sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan anak sebelum lahir (di dalam kandungan induk). Selama di dalam kandungan, anak mengalami pertumbuhan yang lambat pada 2/3 awal kebuntingan dan pertumbuhan yang cepat selama 1/3 akhir kebuntingan. Pertumbuhan itu dipengaruhi oleh genetik induk dan pejantan, jenis kelamin anak, litter size, jumlah dan kualitas pakan induk, serta umur dan berat induk.

Pertumbuhan prasapih dipengaruhi oleh genetik induk dan pejantan, jenis kelamin anak, litter size, umur dan berat induk, jumlah dan kualitas susu induk, serta jumlah dan kualitas pakan. Jumlah dan kualitas susu induk dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas pakannya.

Genetik induk dan pejantan akan diturunkan kepada anaknya. Anak akan menerima setengah darah (gen) induk dan setengah darah bapak (pejantan). Namun demikian, anak yang dihasilkan dari perkawinan induk yang baik kinerjanya dengan pejantan yang baik kinerjanya akan mempunyai kinerja yang baik seperti tetuanya meskipun pemeliharaannya sama. Hal itu disebabkan karena adanya sifat dominan dan resesif gen sehingga fenotif belum tentu sama dengan genotif. Peternakan modern memerlukan induk dan pejantan (parent stock) yang kecil tetapi mampu menghasilkan anak (final stock) yang besar untuk menghemat biaya pembibitan. Metode itu sudah diterapkan dalam industri unggas.

Litter size berkaitan erat dengan kompetisi anak dalam mendapatkan nutrisi dari induknya, baik sebelum lahir maupun prasapih. Semakin besar litter size, semakin sedikit pula jatah nutrisi yang diterima per individu anak. Nutrisi dari induk terbatas akan menjadi rebutan anak-anak yang dikandung/disusuinya. Anak yang dominan akan memperoleh bagian yang besar sehingga dapat tumbuh cepat sedang anak yang kalah akan memperoleh bagian yang sedikit sehingga tumbuhnya lambat atau bahkan mengalami kematian.

Nutrisi induk sangat menentukan pertumbuhan anak di dalam kandungan maupun prasapih terutama pada saat anak belum mampu makan sendiri. Status nutrisi induk sangat dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas pakan yang dikonsumsinya, baik selama kebuntingan maupun laktasi.