4 Jenis Metode Kontrol Kualitas Pakan Ternak

Kualitas bahan pakan dalam industri pakan ternak akan menentukan kualitas produk akhir sehingga kontrol kualitas sangat diperlukan. Kontrol kualitas meliputi: 

  1. Kontrol kualitas bahan baku, 
  2. Kontrol kualitas selama proses penyimpanan dan proses produksi serta 
  3. Kontrol kualitas produk akhir. Semua kontrol kualitas ini harus lengkap dilakukan karena semua bahan baku yang digunakan akan bercampur selama proses produksi dan disimpan sebagai pakan jadi atau ransum.

Pada bahan pakan yang baru datang ke pabrik perlu dilakukan pengujian secara fisik untuk mengetahui; 

  • kadar air, adanya jamur menunjukkan kerusakan akibat tingginya kandungan air, 
  • adanya sisa-sisa metal (logam berat), batu, kotoran, dan bahan kontaminana non biologis lainnya, 
  • adanya serangga. Kadar air dari pakan asal butiran perlu diukur dengan alat pengukur kadar air secara cepat (fast moisture tester) yang tersedia secara komersial. Bahan pakan yang mengandung kadar air lebih dari 13% akan rentan terhadap serangan seragga dan jamur dan hal ini harus disimpan secara terpisah. Sebaliknya bahan yang tinggi kadar airnya terlebih dahulu dikeringkan sebelum disimpan

Ada empat metode pengujian control kualitas pakan yang dapat dilakukan antara lain; 

  • pengujian secara fisik, 
  • pengujian pakan secara khemik, 
  • pengujian secara kombinasi fisik dan khemik, 
  • pengujian pakan secara biologis. 

Keempat metode pengujian pakan di atas tidak harus dikerjakan semuanya karena setiap pengujian memerlukan biaya, oleh karena itu, pengerjaannya harus disesuaikan dengan besar kecilnya biaya yang tersedia.

kontrol kualitas pakan

Terdapat beberapa prinsip penting yang harus dipertimbangkan dalam pengujian kualitas pakan, yaitu 

  • Mencurahkan perhatian yang lebih besar terhadap pengujian bahan pakan daripada pakan jadi, 
  • Melaksanakan kontrol kualitas yang ketat terhadap bahan baku pakan, 
  • Memeriksa masalah yang terjadi dalam fabrikasi dengan menganalisis pakan jadi, 
  • Memeriksa bahan pakan berdasarkan atas resiko kualitas yang ditanggung, 
  • Menggunakan cara pemeriksaan fisik yang penting terhadap bahan pakan yang mempunyai resiko tinggi, 
  • Mencermati sejarah penampilan setiap pemasok untuk setiap bahan pakan, 
  • Menetapkan dan menjalankan spesifikasi nilai bahan pakan dengan cermat, 
  • Menghindari analisis yang tidak perlu