Manajemen Pakan Ayam Broiler

Pemeliharaan ternak ayam broiler sebagai bangsa unggas umumnya tidak dapat membuat pakan ayam broiler sendiri. Oleh sebab itu, ia harus makan dengan cara mengambil makanan yang layak baginya agar kebutuhan nutrisinya dapt terpenuhi. Protein, asam-asam amino, energi, vitamin, dan mineral harus dipenuhinya agar pertumbuhan yang cepat itu dapat terwujud tanpa menganggu fungsi-fungsi tubuh ayam potong ini secara normal. Dari semua unsur nutrisi pakan itu, kebutuhan energi untuk pakan ayam pedaging ini sangat besar.

manajemen pakan ayam broiler
Berdasarkan jumlah kebutuhan zat-zat makanan harian untuk kebutuhan berbagai tujuan, pakan broiler dikelompokkan sebagai tinggi, rendah, variabel, atau intermediet. Kebutuhan pakan untuk produksi telur disebut kebutuhan penggunaan tinggi (hight demand uses), molting sebagai kebutuhan penggunaan rendah (low demand uses), sedangkan pertumbuhan dan penggemukan dikelompokkan sebagai kebutuhan penggunaan intermediet.

Pakan dapat dikatakan berkualitas baik jika mampu memberikan seluruh kebutuhan nutrisi secara tepat, baik jenis, jumlah, serta imbangan nutrisi tersebut bagi ternak. Dengan pakan berkualitas baik, proses metabolism yang terjadi di dalam tubuh ternak akan berlangsung secara sempurna, sehingga ternak akan dapat memberikan hasil akhir berupa daging sesuai dengan harapan.

FI (Feed Intake)

Feed Intake (FI) atau konsumsi pakan yaitu jumlah pakan yang dihabiskan oleh ayam atau unggas pada periode waktu tertentu, misalnya konsumsi pakan setiap hari dihitung dengan satuan gram/ekor/hari. Feed Intake atau Feed Consumtion adalah jumlah pakan yang dikonsumsi oleh ternak merupakan selisih antara pakan yang diberikan dengan pakan yang tersisa. Jumlah pemberian pakan pada minggu pertama adalah sebanyak 24 gram/ekor/hari (168 gram/minggu/ekor), pemberian pakan pada minggu ke dua adalah sebanyak 65 gram/ekor/hari (455 gram/minggu/ekor), pemberian pakan pada minggu ke tiga adalah 110 gram/ekor/hari (770 gram/minggu/ekor), dan pemberian pakan pada minggu ke empat 130 gram/ekor/hari (910 gram/minggu/ekor). Dua faktor yang penting dalam mempengaruhi konsumsi harian ransum adalah kandungan kalori ransum dan suhu keliling.

Konsumsi pakan ternak dipengaruhi oleh 
  • faktor ternak. meliputi berat badan, status fisiologis, tingkat produksi, dan kesehatan ternak, 
  • faktor pakan. yang diberikan meliputi bentuk dan sifat pakan, komposisi nutrisi dan toksisitas,
  • faktor lingkungan. meliputi suhu, kelembaban udara, curah hujan, lama siang dan lama malam hari, dan keadaan ruang. 
Apabila terjadi kekurangan konsumsi air akan berpengaruh pada menurunya konsumsi pakan yang pada akhirnya akan menyebabkan menurunnya pertambahan bobot badan, untuk mengatasi masalah suhu yang tinggi terhadap heat stress yang dialami ayam adalah dengan menambahkan larutan glukosa ke dalam air minum ayam, dengan penambahan larutan glukosa ternyata dapat memperbaiki thermoregulasi dan performance ayam. Kelebihan protein pada pakan ayam potong dapat menimbulkan stres pada ayam, feses lebih basah, penurunan pertumbuhan dan penurunan deposisi lemak tubuh

Gain Weight Ayam Broiler

Gain weight adalah berat badan pada periode waktu tertentu denga cara mengurangi berat badan ayam pada akhir minggu dengan berat badan pada awal minggu, kemudian dibagi dengan jumlah ayam dan jumlah hari sehingga diperoleh satuannya dalam gram/ekor/hari. Semakin tinggi tingkat energi dalam pakan dan semakin tinggi persentase asam amino essensial menyebabkan berat karkas akan semakin meningkat. Ternak yang memperoleh pakan dengan kualitas baik akan menunjukan berat badan yang lebih tinggi sehingga persentase karkasnya juga lebih tinggi. Untuk mencapai hasil yang memuaskan dari produk ternak perlu diperhatikan agar komposisi pakan dalam keadaan seimbang antara energi, protein dan nutrien lainnya sesuai dengan kebutuhan pemeliharaan. Meskipun demikian, jenis kelamin dan gerakan mekanik dari ternak juga berpengaruh terhadap besarnya ADG. 

Gain merupakan jumlah pertumbuhan bobot ayam, pertumbuhan bobotayam diperoleh dengan perbandingan bobot awal dengan bobot badan akhir. Pertumbuhan dinyatakan dengan pengukuran kenaikan berat badan yang dilakukan dengan penimbangan ternak tiap hari, tiap minggu, atau tiap waktu yang telah ditentukan. Pada minggu pertama rata-rata pertumbuhan bobot badan pada ternak ayam broiler sebesar 136,5 gram, pada minggu ke dua rata-rata pertumbuhan bobot badan ayam sebesar 336 gram, pada minggu ke tiga rata-rata pertumbuhan bobot badan ayam sebesar 500 gram, dan pada minggu terakhir yaitu minggu ke empat pertumbuhan bobot badan ayam sebesar 560 gram. pertambahan berat badan merupakan manifestasi dari konsumsi pakan, konsumsi pakan yang sedikit akan diikuti dengan rendahnya pertambahan berat badan dan sebaliknya.

Pertumbuhan bobot badan pada ayam yang dipelihara sangatlah bervariasi, hal ini disebabkan adanya kompetisi untuk memperoleh pakan pada ayam dalam satu kandang. Menurut May berat gain dan feed dipengaruhi oleh temperatur dan umur ayam. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan berat badan adalah genetik, manajemen praktis, ukuran kandang, kandungan nutrien pakan dan metode penimbangan 

FCR (Feed Conversion Ratio) Ayam Broiler

Feed Conversion Ratio (FCR) atau konversi pakan yaitu perbandingan antara jumlah pakan yang dihabiskan dan kenaikan berat badan pada periode waktu dan satuan berat yang sama. FCR menggambarkan tingkat efisiensi penggunaan pakan oleh ternak, perhitungan konversi pakan untuk ayam broiler. konversi pakan adalah konsumsi pakan pada waktu dan berat yang sama dibagi dengan kenaikan bobot badan pada waktu dan berat yang sama. Makin besar ayam, makin besar ransum yang dibutuhkan untuk hidup pokok karena itu konsumsi ransum akan meningkat selama masa produksi. 

Feed Conversion Ratio (FCR) juga menunjukan indikasi apakah ternak tersebut efisien atau tidak dalam penggunaan pakan dan pengaruh terhadap harga pakan ayam potong nantinya. Pertumbuhan yang baik akan diperoleh apabila pertumbuhan bobot badan tinggi dan FCR yang rendah. Setelah bobot badan usia dewasa tercapai maka akan diperoleh FCR yang tinggi karena pertumbuhan bobot badan akan menurun. Rata rata pada minggu pertama nilai FCR rendah yaitu 1,23, pada minggu ke dua nilai FCR 1,35, nilai FCR terus meningkat dari mulai minggu ke dua sampai minggu ke empat, nilai FCR minggu ke tiga 1,54 dan nilai FCR pada minggu ke empat mencapai 1,65. FCR (Feed Conversion Ratio) atau konversi pakan dipengaruhi oleh kualitas ternak yang dipelihara termasuk daya adaptasi ternak terhadap pakan yang diberikan, kualitas bahan pakan, dan metode pemberian pakan yang digunakan

Jenis Pakan Ayam Broiler dan Bahan Pakan Alternatif Sehat dan Bergizi

Pakan memiliki peran penting untuk meningkatkan bobot terutama pada ayam broiler atau pedaging. Karenanya peternak harus pandai dan cermat memperhatikan pakan ayam broiler miliknya agar ayam broiler dapat dipanen tepat waktu dengan berat yang memadai dan sehat. Biasanya peternak memilih pakan produksi pabrik yang terdiri atas pakan komplit dan pakan konsentrat. Pakan tersebut harus cukup memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

Jenis Pakan Ayam Broiler

Pakan ayam pedaging maupun petelur terbagi atas pakan pabrikan dan pakan alternative. Pakan pabrikan biasanya terdiri atas pakan komplit dan konsentrat. Biasanya pakan dibedakan sesuai umur dan jenis ayam. Misalnya pakan untuk ayam starter atau finisher, pakan untuk ayam ras pedaging, ras petelur, grower, layer atau developer. Sementara pakan konsentrat adalah pakan setengah jadi sesuai dengan kelompok umur ayam.

Konsentrat ini merupakan pakan setengah jadi yang mengandung protein tinggi hingga 40 %. Penggunaan konsentrat harus dicampur dengan karbohidrat seperti jagung, polar atau dedak. Peternak dapat memilih sesuai kondisi dan ketersediaan pakan di wilayah masing-masing. Jika di tempat ada tersedia banyak polar, dedak dan jagung, Anda bisa menyediakan pakan ayam konsentrat lebih banyak dari pakan komplit.

Bentuk pakan produksi pabrik juga ada dua jenis, yaitu bentuk butiran dan tepung. Butiran masih terbagi lagi dalam bentuk pellet dan crumble. Pellet berbentuk silinder dengan besaran sesuai usia ayam. Sementara crumble merupakan pellet yang dipecah kasar.  Pakan ayam broiler biasanya lebih banyak berbentuk crumble. Sedangkan pada ras petelur biasanya diberikan dalam bentuk tepung atau mash. Setiap pakan ayam pabrikan juga memiliki SNI untuk standar keamanan dan kualitasnya.
Membuat Pakan Ayam Broiler Alternatif Agar Lebih Hemat

Pakan pada peternakan baik unggas maupun ternak lainnya menghabiskan sekitar 70 % dari biaya produksi total yang harus dikeluarkan oleh peternak. Artinya, peternak sangat tergantung pada pakan terutama pakan ayam broiler pabrikan agar ternak miliknya dapat tumbuh dan dipanen dalam bobot yang memadai. Namun, untuk menghemat ongkos produksi, peternak bisa membuat pakan ayam broiler alternative sebagai pakan pendamping atau tambahan.

Apabila merujuk pada SNI, maka standar mutu pakan ayam adalah memenuhi minimal kadar air maksimal 14 %, protein minimal 19 % dan lemak maksimal 7,4 %. Selain itu juga mengandung serat kasar maksimal 6 %, abu, kalsium, fosfor, asam amino seperti lisin, metionin dan sistin. Artinya, jika Anda ingin membuat pakan ayam broiler alternative Anda setidaknya mencapai protein kasar 19 % dan spesifikasi tersebut.

Anda bisa mendapatkannya dari bahan seperti ampas tahu 15 kg, daun kacang tanah 10 kg, daging bekicot 5 kg, dedak 25 kg, jagung 20 kg, nasi aking 15 kg dan tepung ikan sebanyak 10 kg. Dari total 100 kilo bahan diatas akan didapatkan protein kasar 19,43 %. Cara pembuatannya bisa dilakukan dengan mesin cacah, gilingan dan sebagainya agar masing-masing bahan dapat dibuat tepung untuk diolah sebagai pellet atau crumble agar pakan ayam broiler alternative tersebut mudah dikonsumsi.

Baca juga
Manajemen pemeliharaan ayam broiler
Vaksinasi, pencegahan dan pengobatan penyakit ayam broiler
Tata cara pemeliharaan ayam broiler
Manajemen kandang ayam broiler

Pakan ayam broiler alternative tersebut bisa menjadi pakan dampingan dari pakan pabrikan yang biasa Anda berikan. Namun juga bisa dijadikan substitusi atau pengganti pakan pabrikan. Tentu pakan alternative ini berbeda dengan buatan pabrik, namun bisa menjadi alternative bagi Anda untuk menghemat pengeluaran. Terutama jika wilayah peternakan Anda terdapat banyak sumber pakan alternative yang murah dan memiliki nilai gizi bagi ternak Anda.