Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler

Ayam broiler merupakan  hasil teknologi ternak yang memiliki karakteristik ekonomis, pertumbuhan yang cepat sebagai penghasil daging, konversi pakan rendah, dipanen cepat karena pertumbuhannya yang cepat, dan sebagai penghasil daging dengan serat lunak.

Ayam broiler adalah ayam tipe pedaging yang telah dikembang biakkan secara khusus untuk pemasaran pada umur dini. Diwilayah Asia Tenggara ayam potong ini dipasarkan pada berat yang agak kecil dan umur yang lebih muda, karena itu produksi ayam broiler merupakan suatu industry khusus yang dilakukan terpisah dari produksi telur.

memlihara ayam broiler

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam usaha bisnis pemeliharaan ayam broiler antara lain perkandangan, pemilihan bibit, manajemen pakan, sanitasi dan kesehatan, recording dan pemasaran. Banyak kendala yang muncul apabila kebutuhan ayam tidak terpenuhi, antara lain penyakit yang dapat menimbulkan kerugian karena pemberian pakan sudah tidak efisien dibandingkan kenaikan atau pertambahan berat badan, sehingga akan menambah biaya produksi.

Mempersiapkan kandang

Persiapan kandang merupakan awal dari semua kegiatan usaha ayam broiler komersial. Persiapan kandang yang dilakukan secara matang menjadi salah satu kunci sukses pemeliharaan ayam broiler komersial. Persiapan kandang dilakukan melalui dua tahapan yaitu, proses pencucian dan sterilisasi, serta mempersiapkan pemanas dan lingkaran. DOC yang berasal dari perusahaan breeding disiapkan dan diberi minum yang dicampur dengan gula. Tujuannya untuk mengembalikan energi setelah perjalanan dari produsen. Sebelum pemeliharaan DOC, ruangan dan brooder books kandang dibersihkan dengan cara dicuci, termasuk peralatan yang akan digunakan. Setelah itu, melakukan sterilisasi menggunakan disinfektan. disinfektan yang dipakai sebaiknya lebih dari satu jenis dan berspektrum luas (broad spectrum). Proses sterilisasi dilakukan ke seluruh bagian kandang dan lingkungan sekitar kandang.

Mempersiapkan peralatan kandang

 Peralatan yang dipakai pada periode pertumbuhan hampir sama dengan peralatan yang dipakai pada periode pemanasan. Perbedaannya hanya dalam jumlah dan ukuran. Peralatan yang diperlukan pada periode pertumbuhan sebagai berikut, tempat pakan, tempat minum, dan peralatan lain. Peralatan lain berhubungan dengan kegiatan sehari-hari seperti drum air, ember, garpu pembalik sekam, dan gerobak pengangkut pakan. Peralatan kandang yang digunakan meliputi tempat pakan dan tempat minum. Tempat pakan ada yang diletakkan berselang-seling dengan tempat minum. Tempat pakan harus diisi pakan secara seragam. Tempat pakan dan minum ini dibersihkan tiap pagi dan sore. Kekurangan tempat minum akan berpengaruh terhadap ketersediaan air minum untuk ayam broiler

Mengatur penerangan

Penerangan berguna untuk ayam, terutama pada malam hari sehingga ayam bisa bergerak untuk makan dan minim. Tingkat intensitas cahaya yang diperlukan 0,35 sampai 0,50 fc atau setara dengansatu lampu bohlam 150 watt untuk luasan 93 m2. Penerangan yang digunakan pada waktu pemeliharaan ialah bohlam lampu 40 watt berjumlah dua buah. Penerangan berguna untuk ayam, terutama pada malam hari, sehingga ayam bisa bergerak untuk makan dan minum

Mengatur ventilasi

Ventilasi yang terganggu bisa mengakibatkan tempertur di sekitar kandang naik, terjadi penumpukan gas ammonia, dan persediaan oksigen menipis. Ventilasi memiliki peranan penting untuk menjaga kesehatan ayam. Ventilasi pada waktu pemeliharaan diatur dengan kipas angin yang ditempatkan di luar kandang. Ventilasi memiliki peranan penting untuk menjaga kesehatan ayam. Beberapa fungsi ventilasi antara lain menghilangkan panas yang berlebihan, menghilangkan kelebihan kelembaban, mengurangi debu, mengurangi gas beracun, seperti gas amonia, karbon dioksida, dan karbon monoksida, menyediakan oksigen untuk pernafasan

Pencegahan penyakit 

Program pencegahan penyakit erat kaitannya dengan program sanitasi, vaksinasi, dan pengobatan dini pada umur-umur tertentu ketika gejala ayam sakit mulai tampak. Mendeteksi suatu penyakit secara dini dilakukan dengan cara mengamati penyakit yang menyerang saluran pernafasan (ngorok). Pencegahan penyakit pada broiler menggunakan vaksinasi. Pada hari ketiga setelah pemasukan DOC diberikan vaksin ND 1. Vaksinasi dilakukan dengan cara tetes mata. Sebelumnya dicampurkan obat anti stres pada air minumnya, supaya ayam tidak stress ketika dilakukan vaksinasi. Pada hari ketujuh setelah vaksinasi ND 1, dilakukan vaksinasi Gumboro dengan cara mencampurkan vaksin pada air minum. Sebelumnya ayam dipuasakan terlebih dahulu � 2 jam. Tujuannya, agar ayam dapat meminum semua air yang telah dicampur vaksin tersebut. Tujuh belas hari sesudah vaksinasi gumboro dilakukan vaksinasi ND 2. 
Semua program vaksinasi dibuat dengan cara menyesuaikan dengan sejarah penyakit di farm itu atau di wilayahnya. Program vaksinasi diartikan sebagai suatu aktivitas memasukkan agen penyakit (virus, bakteri, dan protozoa) yang telah dilemahkan ke dalam tubuh ayam, kemudian tingkat antibodi di dalam darah ayam meningkat sesuai dengan agen yang telah dimasukkan. Dengan melaksanakan vaksinasi diharapkan ayam akan memiliki kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan penyakit

Mengontrol pertumbuhan

Berat badan ayam akan bertambah setiap minggu, tetapi pertambahan tersebut tidak akan seragam. Pertambahan berat badan akan berkurang setelah mancapai titik maksimim sekitar umur tujuh minggu. Pengukuran meliputi panjang badan, panjang shank, diameter shank, lingkar dada, panjang tulang dada, dan berat badan. Untuk mengetahui pertumbuhan dari ayam broiler, dilakukan penimbangan ditiap minggunya selama lima minggu.