Peranan Kontrol Kualitas Bahan Baku Pada Perusahaan Pakan Ternak

Kontrol kualitas merupakan suatu cara untuk mengontrol kualitas pakan suatu hasil produk dalam hal ini pakan ternak untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Konsep total quality adalah hasil produk memenuhi syarat dikehendaki. Adanya program total quality assurance (jaminan mutu) untuk mencegah terjadinya kekeliruan serta standar yang ditatapkan akan selalu memenuhi syarat tanpa cacat setiap saat.

Tujuan kontrol kualitas bahan baku pakan ternak adalah untuk memberikan informasi yang tepat tentang kandungan zat makanan dan antikualitas yang terkandung didalamnya atau racun dari bahan baku, sehingga nilai nutrisi yang diinginkan dari ransum sebagai produk akhir akan didapat dengan baik dan tepat. Bahan pakan tertentu mengandung zat antikualitas dalam jumlah cukup tinggi sehingga dapat menggangu metabolisme ternak. Oleh sebab itu, dilakukannya kontrol kualitas bahan baku merupakan suatu cara untuk mencegah digunakan bahan baku yang memiliki kandungan nutrien yang rendah dan zat antikualitas yang tinggi dalam suatu proses produksi.

kontrol kualitas pakan ternak

Perusahaan melakukan kontrol kualitas bahan baku untuk mendapatkan bahan baku yang baik, untuk mengetahui kandungan nutrien bahan pakan, dan untuk mendapatkan bahan pakan yang sesuai dengan standar yang digunakan perusahaan guna mendapatkan produk akhir dengan kualitas baik. 

Kegiatan kontrol kualitas bahan baku dimulai pada saat bahan baku masih berada diatas truk yaitu 
  • penimbangan muatan bahan baku dan menimbang truk yang bermuatan bahan baku pada saat datang, 
  • penghitungan per sak bahan baku pada saat dilakukan penurunan bahan baku, pembongkaran dan penempatan didalam gudang. 
  • Penimbangan muatan bahan baku dilakukan pada saat truk memasuki area perusahaan menuju tempat pembongkaran. Pada jalan masuk menuju gudang terdapat alat timbang truk yang dikendalikan dari dalam kantor bagian penerimaan. Setelah truk masuk, dilakukan kontrol kualitas bahan baku secara visual. Bahan baku yang dinilai layak untuk diterima dibongkar dan ditempatkan dalam gudang sekaligus dilakukan penghitungan per sak bahan baku yang bertujuan untuk mencocokkan jumlah bahan baku dengan hasil timbangan.
Kontrol kualitas produk akhir dilakukan untuk mendapatkan kualitas produk akhir yang maksimal sesuai dengan standar yang digunakan perusahaan. Kontrol kualitas produk akhir yang dilakukan antara lain mengawasi homogenitas hasil pencampuran, pengambilan sampel untuk analisis, perngepakan, dan pengiriman. Kontrol kualitas produk akhir dilakukan untuk menjamin bahwa bahan yang digunakan atau ditambahkan sesuai dengan proporsi formulasi ransum yang diinginkan.

Kontrol kualitas terhadap homogenitas produk akhir dilakukan secara acak pada hasil awal, tengah dan akhir. Apabila produk akhir sudah tercampur secara merata maka produk akhir dianggap sudah homogen. Setelah itu, sampel digunakan analisis proksimat di laboratorium guna mengetahui apakah kandungan produk akhir sesuai dengan standar yang digunakan.