Vaksinasi, Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ayam Broiler

Vaksinasi, Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ayam Broiler. Banyak program pencegahan penyakit yang dapat diaplikasikan disuatu kawasan atau peternakan ayam pedaging. Program pencegahan penyakit tersebut diantaranya program sanitasi, vaksinasi dan program pengobatan dini pada umur tertentu ketika gejala ayam potong sakit mulai tampak, serta program lainnya yang berhubungan dengan manajemen pemeliharaan.

Program sanitasi atau biosecurity program adalah program yang dijalankan disuatu kawasan peternakan yang bertujuan untuk menjaga terjadinya perpindahan bibit penyakit menular sehingga ternak yang dipelihara terbebas dari infeksi penyakit serta selalu dalam kondisi sehat. Bibit penyakit menular bisa disebabkan oleh bakteri, virus, fungsi, protozoa, parasit, serangga atau tikus. Program sanitasi bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut, selalu menjaga kebersihan lingkungan peternakan, melakukan disinfektan dan melarang atau mencegah lalu lalang orang, melarang masuknya peralatan dan kendaraan yang tidak diizinkan, melaksanakan manajemen pemeliharaan yang baik.

ayam broiler sakit

Beberapa  program sanitasi yang harus dilaksanakan di kandang bagian dalam dan sekitarnya sebagai berikut,
  • melakukan penyemprotan disinfektan di dalam kandang dan sekitar kandang secara rutin (2 sampai 3 hari sekali)
  • memisahkan ayam yang mulai terserang penyakit atau pembawa penyakit ke kandang khusus (kandang karantina) atau jika mungkin harus dimusnahkan
  • membatasi lalulalang karyawan, mobil, peralatan kandang dan perpindahan karyawan antar kandang.
  • menghindari pemeliharaan ayam dengan umur yang beragam dalam satu flock. 
Program vaksinasi merupakan salah satu cara yang paling sering digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit di suatu kawasan peternakan ayam. Vaksinasi diartikan sebagai suatu aktivitas memasukkan agen penyakit (virus, bakteri, atau protozoa) yang telah dilemahkan ke dalam tubuh ayam. Tingkat antibodi di dalam darah ayam akan meningkat sesuai dengan agen yang telah dimasukkan. Akibatnya ayam akan memiliki kekebalan yang kuat untuk melawan penyakit.

Tipe vaksin yang diberikan dapat dibagi menjadi tiga yaitu 
  • vaksin virus hidup (Live Virus Vaccine)
  • vaksin yang dilemahkan (Attenuated Vaccine)
  • vaksin yang dimatikan (Killed Vaccine). 
Vaksin virus hidup adalah virus dalam vaksin masih hidup dan memiliki kemampuan yang lengkap untuk menghasilkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit sehingga bisa menangkal penyakit yang menyerang tubuh ayam, vaksin yang dilemahkan yaitu vaksin dibuat dengan cara melemahkan organisme aktif sehingga ketika digunakan kepada ayam akan menghasilkan kekebalan tubuh ubtuk melawan suatu penyakit dalam bentuk yang lebih ringan dan virus yang dimatikan adalah organisme yang digunakan untuk menghasilkan vaksin telah dimatikan dan tidak memiliki kemampuan untuk menularkan penyakit kepada ayam serta memiliki kemampuan untuk memproduksi antibodi ketika vaksin digunakan.

Program sanitasi yang dilakukan adalah dengan membersihkan seluruh peralatan yang akan digunakan yaitu kandang, tempat makan dan tempat minum dengan cara mencuci semua peralatan tersebut menggunakan air dan sabun, setelah itu dikeringkan. Sanitasi saat pemeliharaan dilakukan dengan membersihkan sisa pakan dan membuang sisa air minum, setelah itu mencuci wadah pakan dan tempat air minum, kemudian diberikan air minum yang baru dan pakan setelah wadah bersih, sedangkan sanitasi kandang dilakukan dengan mengganti alas kandang yang berupa tumpukan lembaran koran dan membuangnya ke tempat yang telah disediakan dan dibakar. 

Penggunaan alas kandang yang terus-menerus, harus dihindari karena apabila tidak diganti kadar amonia dalam kandang akan tinggi yang dapat meningkatkan kemungkinan ayam terserang penyakit radang saluran pernafasan. Menjaga litter dalam kandang agar selalu kering dan bersih serta tidak berdebu, menjaga kebersihan di sekitar dan dalam kandang, serta peralatan yang digunakan dalam produksi, termasuk tempat makan dan tempat minum.

Vaksinasi adalah suatu prosedur yang menyebabkan terbentuknya kekebalan buatan dari agen infeksi untuk menghindari infeksi alami. Vaksinasi yang dilakukan dalam pemeliharaan biasanya adalah vaksinasi ND dan Gumboro. 

Vaksinasi ND dan Gumboro merupakan hal yang umum dilakukan pada peternakan unggas yang ada di Indonesia, mengingat penyakit tersebut angka mortalitasnya bisa mencapai 100%. Pemberian vaksin harus diperhatikan beberapa hal antara lain kondisi ayam harus sehat, dilakukan dengan hati-hati agar ayam tidak mengalami stres yang berlebihan atau mengalami cacat karena prosedur pelaksanaan yang salah. Penyuntikan yang kurang hati-hati dan mengenai tulang femur ayam yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada ayam. 
Vaksinasi gumboro diberikan pada ayam yang diberikan dengan cara mencampurkannya dengan air dan diberikan pada ayam yang telah dipuasakan selama 2 jam agar air minum yang diberikan dapat langsung habis setelah diberikan sehingga pemberian vaksin efisien. Pemberian vaksin ND diberikan dengan cara injeksi intramuscular di bagian paha. Metode injeksi dinilai sangat efektif karena dosis yang diberikan tepat namun pemberian vaksin ini memerlukan waktu yang cukup lama karena ayam harus satu persatu di vaksin.