3 Proses Utama Pembuatan Pakan Pelet Untuk Ternak

Pembuatan pakan pelet untuk ternak terbagi menjadi 3 proses utama yaitu grinding, mixing dan pelleting.

3 Proses Utama Pembuatan Pakan Pelet Untuk Ternak

Grinding

Grinding merupakan proses pengurangan ukuran partikel, merupakan metode yang paling mudah digunakan, paling murah dan paling sederhana metodenya. Biasanya dilakukan pada biji-bijian, hasil penggilingan biji-bijian dengan menggunakan alat penggilingan maka hasilnya akan bervariasi berkisar antara sangat halus sampai sangat besar, tergantung pada saringan penggilingan yang digunakan. 

Grinding mempunyai kegunaan antara lain: 
  • memperluas permukaan partikel bahan pakan sehingga dapat meningkatkan kecernaan,
  • mempermudah penanganan atau handling karena relatif lebih kompak atau massif
  • mempermudah pencampuran beberapa bahan pakan yang berbeda
  • meningkatkan efisiensi dalam pembuatan pellet

Mixing

Pencampuran (mixing) merupakan suatu faktor yang penting dalam proses produksi pakan ternak. Pencampuran merupakan suatu proses yang mencakup proses pengadukan dan pengacakan. Pencampuran bertujuan untuk menggabungkan beberapa bahan (komponen) dengan cara menyebarkan bahan sehingga pada jumlah tertentu dari campuran tersebut terdapat komponen bahan dalam perbandingan yang tetap. Pencampuran melibatkan kombinasi pencampuran antara bahan bentuk padat-padat (solid-solid) dan padat-cair (solid-liquid). Proses pencampuran dikatakan berlangsung baik jika komponen yang dicampur dari sampel dan yang terambil selama proses pencampuran telah terdistribusi melalui komponen lain secara acak.

Kualitas mixing dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ukuran partikel, berat spesifik, bentuk partikel, hidroskopisitas dari partikel, kepekaan terhadap daya rekat pada permukaan yang kasar atau akibat penambahan minyak dan dipengaruhi juga lama mixing, kecepatan putaran motor dan kapasitas mixer yang tepat.

Pelleting

pelleting merupakan salah satu proses pengolahan pakan dengan menggabungkan beberapa bahan pakan sehingga menjadi bentuk yang kompak melalui proses penekanan (proses mekanik). Pemeletan ini bertujuan untuk membentuk suatu kesatuan pakan yang tidak mudah tercecer. Pemeletan yang dilakukan dengan mesin pelletizer akan mengefisienkan proses pengolahan karena pellet akan langsung mengering sehingga tidak perlu lagi proses pengeringan.

Bahan baku setelah masuk mesin pellet akan mengalami proses pemanasan dengan uap dan penekanan. Tekanan uap yang digunakan yaitu 1,2 bar dengan suhu 80 sampai 85�C untuk mengetahui ketepatan proses dari conditioner ini dilakukan pengukuran suhu dan kadar air dari bahan pakan yang mengalami proses conditioner. Suhu yang diharapkan setelah bahan pakan mengalami conditioning adalah antara 80 sampai 85�C dan kadar air sebesar 11 sampai 12%