Amoniasi Jerami Padi Untuk Pakan Ternak

Amoniasi merupakan suatu cara pengolahan jerami padi secara kimiawi dengan menggunakan gas ammonia, urea atau CO(NH2)2. Gas ammonia merupakan sumber yang murah dan mudah diperoleh, 1 kg urea dapat menghasilkan 0,57 kg gas ammonia. Teknik amoniasi dapat mengubah jerami menjadi makanan ternak yang potensial dan berkualitas karena dapat meningkatkan daya cerana dan kandungan proteinnya seperti halnya pada fermentasi.


Amoniasi Jerami Padi Untuk Pakan Ternak


Dosis pemberian urea

Tingkat pemberian amonia yang optimal untuk amoniasi adalah 3 sampai 5 %. Pemberian amonia kurang dari 3% tidak berpengaruh pada kecernaan, akan tetapi hanya berfungsi sebagai bahan pengawet. Pemberian amonia lebih dari 5% akan terbuang karena bahan tidak mampu menyerap amonia. Amoniasi dengan urea dapat meningkatkan daya cerna setelah dilakukan penyimpanan selarna 21 hari. Penggunaan urea dengan takaran tepat, cukup air, temperatur sesuai dan masa inkubasi yang cukup akan meningkatkan daya cerna jerami padi di dalam pencernaan sapi sampai 10% atau lebih. Urea mengandung energi yang sangat renda, sehingga pemberiannya pada ruminansia harus disertai dengan pemberian bahan makanan RAC yaitu tepung gaplek, RAC merupakan sebutan untuk bahan makanan yang mempunyai kadar energi yang tinggi.

Proses amoniasi

Amoniasi dapat dilakukan dengan cara basah dan cara kering. Cara basah yaitu dengan melarutkan urea ke dalam air kemudian dicampurkan dengan jerami, sedangkan cara kering yaittu urea langsung ditaburkan pada jerami secara berlapis. Pencampuran urea dengan jerami harus dilakukan dalam kondisi hampa udara (anaerob) dan dibiarkan atau disimpan selama satu bulan. Urea dalam proses amoniasi berfungsi untuk menghancurkan ikatan-ikatan lignin, selulosa, dan silica yang terdapat pada jerami, karena lignin, selulosa, dan silica merupakan faktor penyebab rendahnya daya cerna jerami. Lignin merupakan zat kompleks yang tidak dapat dicerna oleh ternak, terdapat pada bagian fibrosa dari akar, batang, dan daun tanaman dalam jumlah yang banyak. Selulosa adalah suatu polisakarida yang mempunyai formula umum seperti pati yang sebagian besar terdapat pada dinding sel dan bagian-bagian berkayu dari tanaman, demikian juga silika tidak dapat dicerna oleh ternak.

Faktor yang mempengaruhi amoniasi jerami padi

Faktor-faktor yang mempengaruhi amoniasi jerami padi untuk pakan ternak yaitu kadar amonia. Kadar amonia yang baik yaitu 3 sampai 5% bahan kering. Temperatur yang baik dalam proses amoniasi yaitu 20 sampai 100oC. Kelembaban yang ideal untuk mencapai kandungan protein dan kecernaan optimal adalah 30 sampai 50oC. Penggunaan air melebihi perbandingan optimal 1:1 dapat merugikan proses amoniasi. Tiap jenis jerami, misalkan jerami padi, jerami jagung, mempunyai sifat fiksasi berbeda-beda, bila diolah dengan amoniasi. Jerami yang tinggi kadar protein kasar, misalnya jerami kacang-kacangan telah dianjurkan diolah dengan amonia kecuali sebagai pengawet dengan kadar 1 sampai 2% dari bahan kering jerami.

Manfaat Amoniasi

Manfaat dilakukannya amoniasi jerami padi yaitu untuk merubah tekstur dan warna jerami yang semula keras berubah menjadi lunak dan rapuh , warna berubah dari kuning kecoklatan menjadi coklat tua, meningkatkan kadar protein, serat kasar, energi bruto (GE), tetapi menurunkan kadar bahan ekstrak tiada nitrogen (BETN) dan dinding sel , meningkatkan bahan kering, bahan organik, dinding sel, nutrien tercerna total, energi tercerna, dan konsumsi bahan kering jerami padi, NH3 cairan rumen meningkat, memberikan balan nitrogen yang positif, menghambat pertumbuhan jamur, memusnahkan telur cacing yang terdapat dalam jerami