Fermentasi Jerami Padi Untuk Pakan Ternak

hijauan pakan segar yang mudah didapat dari berbagai jenis limbah organik adalah jerami padi. Jerami padi merupakan hijauan pakan yang banyak mengandung serat kasar seperti selulosa, hemiselulosa dan lignin yang sulit dicernakan, sedangkan unsur-unsur protein, lemak dan karbohidrat sangat sedikit. Salah satu usaha meningkatkan nilai nutrisi jerami yaitu dengan cara amoniasi, fermentasi atau dibuat silase.

Fermentasi Jerami Padi Untuk Pakan Ternak

Kata fermentasi berasal dari bahasa latin ferfere yang artinya mendidihkan. Hal ini sehubungan dengan minimnya pengetahuan pada saat itu sehingga terbentuknya gas dari suatu cairan kimia hanya dapat dibandingkan dengan keadaan seperti air mendidih. Perlakuan biologis (fermentasi) bertujuan untuk meningkatkan nilai nutrisi kecernaan jerami padi dengan bantuan mahluk hidup misalnya dengan menumbuhkan jamur, baktri atau dengan penambahan enzim yang bertujuan untuk mendegradasi lignohemiselulosa yaitu komponen serat kasar yang terutama menggangu kecernaan.

Menurut Tisnadjaja dan Subroto menyatakan bahwa fermentasi adalah suatu proses yang melibatkan jasa mikrobia untuk mengubah suatu bahan baku menjadi produk dengan nilai tambah. Dengan fermentasi akan terjadi beberapa proses yang sangat menguntungkan antara lain mengawetkan, merusak atau menghilangkan bau yang tidak diinginkan, meningkatkan daya cerna dan menambah flavor.

Teknologi fermentasi yang dilakukan pada jerami masih sangat sederhana dan belum mengarah pada pemanfaatan jasa renik yang spesifik yang mampu menambahkan ikatan lignin, selulosa pada jerami padi sehingga selulosa dapat dimanfaatkan. Sebagai bahan pakan, jerami padi atau sisa hasil pertanian pada umumnya mempunyai beberapa kelemahan yaitu sifatnya yang voluminous dan memakan tempat (bulky), konsumsi rendah dan nilai nutrisinya sangat rendah karena kadar lignin dan silika tinggi.

Probiotik

Probiotik merupakan hasil teknologi tinggi yang berisi koloni mikroba rumen sapi yang diisolasi dari alam untuk membantu penguraian struktur jaringan pakan yang sulit terurai. Adapun koloni-koloni mikroba tersebut terdiri dari mikroba yang bersifat proteolitik, lignolitik, selulolitik, lipolitik dan yang bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik.

di Indonesia, dengan bioteknologi telah dihasilkan satu bahan berupa starter yang sering disebut dengan probiotik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecernaan jerami padi dengan cara fermentasi atau dapat digunakan secara langsung sebagai campuran dalam konsentrat. Kelebihan dari jerami fermentasi dengan menggunakan probiotik antara lain mudah dan murah dalam pelaksanannya, meningkatkan nilai cerna dan kadar protein kasar serta dapat disimpan dalam jangka waktu 6 bulan hingga 1 tahun. 

Penggunaan starter mikrobia mampu menurunkan kadar dinding sel (NDF) jerami padi dari 73,41% menjadi 66,14%. Hal ini disebabkan karena selama proses fermentasi terjadi pemutusan ikatan lignoselulosa dan hemiselulosa jerami padi. Mikrobia lignolitik dalam starter membantu perombakan ikatan lignoselulosa sehingga selulosa dan lignin dapat terlepas dari ikatan tersebut oleh enzim ligase.

Proses Fermentasi

Prinsip dasar dari proses fermentasi merupakan proses enzimatik, enzim dari mikroorganisme dapat menghidrolisis komponen dinding sel tanaman dalam bentuk selulosa dan hemiselulosa mejadi molekul yang lebih kecil disakarida dan monosakarida. Komponen tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber energi untuk pertumbuhan maupun kebutuhan hidup pokok mikroorganisme. Hal ini mengakibatkan selama proses fermentasi tesebut akan terjadi kehilangan bahan organik 

Faktor yang mempengaruhi fermentasi

Faktor keberhasilan fermentasi pakan ternak sangat ditentukan jenis bahan pangan (substrat). Mikroba membutuhkan energi yang berasal dari karbohidrat, protein, lemak, mineral dan zat-zat gizi lainnya yang ada dalam bahan pangan (substrat). Demikian pula dengan macam mikroba. Yang perlu dimiliki mikroba dalam fermentasi adalah harus mampu tumbuh pada substrat dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya, dan mikroba harus mampu mengeluarkan enzim-enzim penting yang dapat melakukan perubahan yang dikehendaki secara kimia. Fermentasi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang diperlukan bagi pertumbuhan mikrobia yaitu suhu, udara (oksigen), kelembaban, garam dan asam.

Manfaat Fermentasi Jerami Padi

Fermentasi memiliki berbagai manfaat, antara lain untuk mengawetkan produk pangan, memberi cita rasa atau flavor terhadap produk pangan tertentu,memberikan tekstur tertentu pada produk pangan. Dengan adanya proses fermentasi yang dilakukan oleh mikrobia tertentu diharapkan akan meningkatkan nilai gizi yang ada pada produk fermentasi. Fermentasi juga mampu menurunkan senyawa beracun seperti anti tirosin pada kedelai. Fermentasi juga turut mempertinggi nilai gizi karena mikrobia bersifat memecah senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana.

Melalui fermentasi, diharapkan terjadi depolimerisasi selulosa yang merupakan komponen serat utama oleh berbagai enzim selulase mikrobia. Depolimerisasi adalah proses memisahkan senyawa makromolekuler menjadi senyawa yang relatif lebih sederhana. Ciri-ciri hasil fermentasi jerami padi yang baik adalah beraroma harum atau beraroma tape, warna kuning kecoklatan, teksturnya lemas dan tidak berjamur