Klasifikasi, Asal-usul dan Jenis Bangsa Kambing

Kambing merupakan hewan yang berasal dari daerah pegunungan dan hidupnya di daerah yang bertebing-tebing dan curam. Berkarakteristik lincah, gesit, suka berkelahi dan mudah menjadi liar kembali. Capranircus berasal dari daerah Pakistan dan Turki, Capraprisca dari daerah Balkan dan Coprakakonieri berasal dari daerah Khosmis.

Klasifikasi / sistematika kambing adalah sebagai berikut :
  • Kingdom : Animalia 
  • Phylum : Chordata
  • Sub Phylum : Vertebrata
  • Class : Mamalia
  • Sub Class : Theria
  • Ordo : Artiodactyla
  • Sub Ordo : Pecara
  • Familia : Bavidal
  • Sub Familia : Capridal
  • Genus : Capral
  • Sub Genus : Capra Can Calus, Capra Bukrus, Capra Kambing Sejati
  • Spesies : Capra Nircus, Capra Pnyca, Fallan.

Bangsa Kambing Indonesia

Kambing Kacang

Merupakan kambing asli Indonesia dan malaysia, ciri-cirinya adalah badan kecil pendek, tahan derita, lincah, mampu beradaptasi dengan baik, telinga pendek dan tegak, leher pendek, punggung melebihi tinggi bahu, warna bulu hitam dan kasar, coklat tua atau putih, tinggi gumba kambing jantan 60-65 cm dan pada betina 56 cm. Kambing ini sangat lambat dewasa kelaminnya.

Kambing Bligon

Kambing bligon yang diduga merupakan hasil persilangan antara peranakan ettawa dengan kambing kacang. Karakteristik yang dimilikinya adalah badannya lebih besar dibanding kambing kacang, berat badan dewasanya antara 20 sampai 30 kg, telinganya agsk menggantung, profil muka agak cembung, warnanya merah/coklat, putih, hitam, dan kombinasi dari warna-warna tersebut

Bangsa Kambing Import

Kambing Etawa 

 Berasal dari distrik etawa, yaitu tempat yang berlereng-lerng di sebelah selatan Himalaya. Ciri-cirinya warna bulu bervariasi dengan warna dasar putih disertai bercak-bercak coklat, hitam, merah atau campuran ketiganya. Kepalanya tegak, garis profil melengkunng atau konveks, betina dan jantan bertanduk mengarah kebelakang. Telinga panjang, lebar dan menggantung. Pantat kambing jantan dan betina berbulu panjang dan lebat.

Kambing Saanen

Berasal dari lembah Saanen di Swiss, warna bulunya puth sedikit krem, telinganya tegak, tajam dan mengarah kedepan, baik jantan atau betina tidak bertanduk, dahi lebar, kaki kurus dan kuat, merupakan tipe penghasil susu.


Kambing Togenburg

Berasal dari Lembah Tugenburg, pegunungan Alpen di Swiss Timur Laut. Warna bulunya bervariasi dari coklat muda sampai warna coklat tua. Warna spesifikasinya telinga berwarna putih dengan spot hitam pada bagian tengah, dua garis putih dari sebelah atas mata sampai pada bagian mulut. Kaki berwarna putih pada bagian dalam, mulai dari lutut ke kaki depan dan ke belakang, kanan kiri pangkal ekor terdapat warna putih berbentuk segitiga. Telinganya tegak dan kecil, ambing besar, leher kecil 

Kambing Nubian

Kambing Nubian berasal dari Afrika. Berbulu pendek, mengkilap dan kebanyakan berwarna hitam dan coklat dengan telinga yang panjang dan jatuh. Kambing bersifat sangat lembut, produksi susunya lebih sedikit bila dibandingkan dengan kambimg yang berasal dari Swiss, tetapi persentase lemak susunya tinggi. Kambing betina mencapai dewasa kelamin pada saat beratnya kira-kira 60 kg. Kambing ini lebih banyak dagingnya disbanding bangsa perah lainnya (Blakely and Bade, 1998).

Kambing Angora

Kambing Angora berasal dari Ankara, Turki, daerah pegunungan dengan iklim kering dan temperatur yang ekstrim. Baik yang jantan maupun betina semuanya bertanduk dengan dahi terbuka dengan bulu yang panjang. Bulu kambing Angora disebut mohair. Berat kambing jantan saat dewasa kelamin 55-80 kg kambing betina mencapai dewasa kelamin dengan berat 35-40 kg.

Kambing Spanish

Kambing Spanish lebih besar dibandingkan dengan kambing Angora dan bulunya lebih sedikit. Kambing ini mempunyai warna bermacam-macam terutama dimanfaatkan untuk produksi daging. Kambing Spanish sangat tangguh dan memerlukan tatalaksana dan ten aga kerja yang minim. Ciri khas kambing Spanish adalah fisiologi reproduksinya.

Kambing Kasmir


Berasal dari Tibet. Ciri-cirinya adalah berbulu panjang dan halus, warna abu-abu, kepala besar, mata kecil, jantan dan betina bertanduk, merupakan penghasil bulu untuk permadani.