Perbedaan Bebek Mojosari & Alabio yang harus Anda Ketahui

Tahukah Anda apa saja perbedaan bebek Mojosari & Alabio? Jika tidak, maka Anda dapat menyimak uraian berikut ini. Bagi Anda yang ingin melakukan ternak bebek hibrida, Anda harus mengenal 2 jenis bebek ini. Bebek Mojosari dan bebek Alabio merupakan bebek yang banyak dijadikan indukan untuk kawin silang bebek. Hasil dari kawin silang tersebut yaitu bebek hibrida dengan kualitas yang sangat baik yang diberi nama bebek MA. 

Walaupun bebek hibrida dapat diperoleh dari perkawinan silang antara 2 jenis bebek lain, namun hasil kawin silang bebek Mojosari dan Alabio adalah yang terbaik. Lalu, apa saja perbedaan bebek Mojosari & Alabio itu sendiri? Untuk mengetahui perbedaan 2 jenis bebek ini maka Anda harus mengetahui ciri-ciri keduanya. 

Untuk bebek Alabio sendiri memiliki ciri-ciri antara lain:

  • Bulunya berwarna cokelat dan terdapat bintik putih pada seluruh badannya.
  • Terdapat garis putih yang ada di sekitar mata.
  • Bebek Alabio yang jantan cenderung memiliki bulu berwarna gelap.
  • Sayap bebek ini memiliki beberapa bulu yang berwarna hijau kebiruan dan tampak mengkilap.
  • Paruh dan kaki bebek Alabio memiliki warna kuning terang.
  • Bobot bebek betina usia 6 bulan sekitar 1,6 kg.
  • Bobot bebek jantan usia 6 bulan sekitar 1,5 kg.
  • Produksi telur per tahunnya yaitu sekitar 220 sampai 250 butir per ekor.
  • Telur bebek Alabio memiliki berat 59 sampai 85 gram per butir.
  • Kerabang telur memiliki warna putih kehijauan.
  • Bobot bebek yang sudah berusia seminggu yaitu berkisar antara 981 sampai 1.152 gram per ekor.

Perbedaan bebek Mojosari & Alabio dapat dilihat setelah Anda juga mengetahui ciri-ciri bebek Mojosari. Sementara ciri-ciri bebek Mojosari sendiri antara lain yaitu:

  • Bulunya berwarna kemerahan dan ada beberapa corak cokelat kehitaman khusus untuk bebek jantan.
  • Memiliki 1 sampai 2 helai bulu pada ekornya yang melengkung ke atas.
  • Paruh dan kakinya memiliki warna hitam.
  • Bobot bebek dewasa memiliki rata-rata 1, kg.
  • Produksi telur per tahunnya yaitu sekitar 230 sampai 250 butir per ekor.
  • Telur bebek Mojosari memiliki berat rata-rata 65 gram.
  • Kerabang telur memiliki warna putih kehijauan.

Jika Anda melihat ciri-ciri dari kedua jenis bebek tersebut maka Anda sudah dapat mengambil kesimpulan mengenai perbedaan di antara keduanya. Jika kedua jenis bebek tersebut dikawinkan silang, maka akan menghasilkan jenis bebek petelur unggulan. Tidak heran jika 2 jenis bebek ini sangat populer di kalangan peternak unggas bebek. Jika Anda ingin melakukan ternak bebek dengan keuntungan berlimpah maka pilih ternak bebek hibrida dari hasil kawin silang bebek Alabio dan Mojosari. Satu hal lagi yang menjadi perbedaan bebek Mojosari & Alabio yaitu asalnya. 

Bebek Alabio:

Asal bebek Alabio adalah dari Kalimantan Selatan, bebek ini banyak diternakkan di daerah asalnya. Bahkan dengan beterna bebek Alabio dapat membawa perubahan positif bagi perekonomian keluarga. Terbukti bahwa permintaan pasar akan hasil ternak bebek Alabio semakin tinggi. Bahkan saat ini budi dayanya lebih difokuskan, ada yang budidaya bebek Alabio petelur, pedaging, telur tetas dan pembesaran. Perbedaan bebek Mojosari & Alabio tidak hanya pada fisiknya saja tetapi juga asalnya.

Bebek Mojosari:

Sementara itik Mojosari adalah itik yang merupakan keturunan itik India Runner. Itik Mojosari berasal dari Jawa Timur, tepatnya yaitu dari Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerjo. Dilihat dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa nama Mojosari sendiri diambil dari nama kecamatannya.

Baca juga
Secara garis besar, bebek Alabio dan bebek Mojosari mempunyai keunggulan masing masing dan berasal dari daerah yang berbeda dan sangat berjauhan. Berkat keunggulan dan jarak yang cukup jauh tersebut membuat hasil perkawinan silangnya semakin baik. Itulah perbedaan bebek Mojosari & Alabio yang dapat dibagikan, semoga dapat bermanfaat.